Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tito Soroti Loyalitas dan Integritas dalam Pelantikan Pejabat Eselon I

Menteri Dalam Negeri menekankan loyalitas, integritas, dan rekam jejak dalam pelantikan pejabat pimpinan tinggi madya, termasuk Inspektur Jenderal dan Dirjen Bina Pemdes.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 17.57 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 48x dibuka
Tito Soroti Loyalitas dan Integritas dalam Pelantikan Pejabat Eselon I📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa penempatan pejabat di lingkungan kementerian harus didasarkan pada prinsip loyalitas, integritas, kompetensi, serta kinerja yang teruji. Hal tersebut disampaikan dalam upacara pelantikan pejabat pimpinan tinggi madya (Eselon I), staf khusus, dan pejabat struktural akademik di kantor pusat Kemendagri, Jakarta. Acara yang berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja menjadi momen penting untuk menegaskan standar penilaian dalam kepemimpinan birokrasi nasional.

Salah satu jabatan strategis yang mengalami pergantian adalah Inspektur Jenderal Kemendagri, yang memiliki kewenangan unik dalam pengawasan pemerintahan daerah. Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014, Itjen Kemendagri bertugas mengoordinasikan dan membina inspektorat pemerintah daerah di seluruh Indonesia, termasuk tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Tito menekankan bahwa lembaga ini memiliki otoritas pemeriksaan administratif yang tidak dapat dilakukan oleh kementerian lain, kecuali dalam ranah pidana.

Untuk memperkuat sistem pengawasan, Tito mendorong sinergi intensif antara Itjen Kemendagri dengan lembaga terkait seperti KPK, kepolisian, Ombudsman, Komnas HAM, serta BPK dan BPKP. Ia juga menekankan pentingnya pertemuan rutin daring dengan para inspektur daerah guna menjaga koordinasi dan efektivitas kerja. Selain itu, penempatan pejabat lain, termasuk Dirjen Bina Pemdes, dilakukan dengan mempertimbangkan kontribusi nyata dalam program strategis seperti Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Dalam penunjukan staf khusus dan pejabat akademik, Tito menekankan pentingnya pengalaman, rekam jejak, dan kemampuan menangani tekanan. Ia menilai bahwa pejabat yang memiliki sikap tenang dan berkomitmen tinggi akan menjadi pendukung utama pimpinan dalam menjaga stabilitas organisasi. “Kepemimpinan yang sukses tidak bisa berdiri sendiri, butuh kelompok yang solid dan loyal,” tegasnya, menekankan bahwa kesuksesan organisasi bergantung pada keberadaan tim yang saling mendukung.

Pejabat yang dilantik mencakup Irjen Wahyu Bintono Hari Bawono, Dirjen Bina Pemdes Bernhard Rondonuwu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Andi Ony Prihartono, serta lima staf ahli dan satu staf khusus bidang keamanan dan hukum. Di bidang akademik, Yusharto Huntoyungo dilantik sebagai Wakil Rektor IPDN, sementara Raden Gani Muhamad menjabat Plt. Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri. Semua penunjukan menekankan prinsip keberlanjutan, kinerja, dan kepercayaan dalam sistem birokrasi negara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya