Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

TPK Hotel Turun Pasca Liburan, Bali Masih Unggul

Tingkat penghunian kamar hotel nasional mencapai 39,83% pada Agustus 2026, turun dari Juli meski masih lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 12.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
TPK Hotel Turun Pasca Liburan, Bali Masih Unggul📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di seluruh Indonesia pada Agustus 2026 tercatat sebesar 39,83%, menunjukkan penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 41,13%. Angka ini tetap lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni 38,58%. Untuk klasifikasi hotel bintang 1 hingga 5, TPK turun menjadi 52,52% dari 54,54% pada Juli, meski masih melampaui angka Agustus 2025 sebesar 50,51%. Sementara itu, TPK hotel non bintang tercatat 26,71%, menurun dari 27,25% bulan sebelumnya dan lebih tinggi dibandingkan 25,79% pada tahun sebelumnya.

Penurunan ini disebabkan oleh berakhirnya masa puncak liburan sekolah yang biasanya berlangsung hingga Juli 2026. Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI, Ateng Hartono, aktivitas perjalanan masyarakat kembali normal setelah puncak musim liburan. "Ini merupakan tren normalisasi pasca musim puncak perjalanan, yang menyebabkan permintaan akomodasi kembali menyesuaikan pola rutin," ujarnya dalam konferensi pers.

Secara geografis, Bali menjadi wilayah dengan TPK hotel bintang tertinggi, mencapai 68,19%, disusul Banten (58,78%) dan DIY (56,71%). Di sisi lain, provinsi dengan tingkat penghunian terendah adalah Maluku (24,55%), Aceh (26,04%), dan Sulawesi Barat (26,15%). Untuk hotel non bintang, Bali juga unggul dengan TPK 43,16%, diikuti DKI Jakarta (41,83%) dan Kepulauan Riau (34,14%). Sementara itu, Papua Pegunungan menjadi daerah dengan TPK terendah, yakni 10,03%.

Rata-rata lama menginap tamu hotel bintang nasional pada Agustus 2026 sebesar 1,63 malam, turun 0,04 malam dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meski stabil dibanding bulan sebelumnya. Tamu asing rata-rata menginap lebih lama, yakni 2,48 malam, dibanding tamu domestik yang hanya 1,48 malam. Secara spasial, Papua Tengah menjadi wilayah dengan rata-rata menginap terlama bagi tamu asing (25,93 malam) dan tamu lokal (2,51 malam), sementara Sulawesi Barat mencatat waktu menginap terpendek untuk tamu lokal, yaitu 1,10 malam.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya