Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Siapkan Pasukan AI untuk Jaga Dominasi Teknologi

Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pembentukan Pasukan AI dan penunjukan "Kaisar AI" untuk memimpin pengembangan kecerdasan buatan, sekaligus menegaskan dukungan tanpa batas terhadap inovasi teknologi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 21.00 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
Trump Siapkan Pasukan AI untuk Jaga Dominasi Teknologi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan langkah strategis baru dalam ranah teknologi dengan rencana membentuk entitas khusus bernama 'AI Force' sebagai bagian dari upaya menjaga keunggulan AS di bidang kecerdasan buatan. Unggahan di platform Truth Social pada 19 September 2026 menjadi wadah utama penyampaian visi tersebut, di mana Trump menyebut kehadiran Pasukan AI akan menjadi pemacu utama pertumbuhan inovasi, sejalan dengan pencapaian sebelumnya seperti pembentukan Space Force.

Ia menekankan bahwa sosok yang akan menjabat sebagai "AI Czar" akan segera diumumkan, sambil menegaskan bahwa kandidat harus memiliki kemampuan intelektual tinggi—dengan menyebut IQ sebagai kriteria utama. Trump menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membatasi pertumbuhan industri AI, melainkan akan memberikan dukungan penuh, termasuk pengawasan yang proporsional agar inovasi tetap berjalan optimal tanpa mengorbankan keamanan nasional.

Dalam pernyataannya, Trump memperkirakan kontribusi AI terhadap produk domestik bruto (PDB) AS dapat mencapai hingga 25%, menunjukkan ekspektasi besar terhadap potensi ekonomi teknologi ini. Pemerintah tetap akan menindak penyalahgunaan AI melalui mekanisme hukum yang sudah ada, tanpa perlu regulasi baru yang menghambat kemajuan. Ini menjadi penekanan utama dalam narasi kebijakan Trump, yang menilai regulasi berlebihan sebagai ancaman terhadap daya saing global.

Rencana ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang memuncak dalam persaingan teknologi antara AS dan Tiongkok. Kedua negara saling berlomba untuk menjadi pemimpin dalam pengembangan AI, baik dari sisi ekonomi maupun militer. Pertemuan Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada 25 September, serta pertemuan antara Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng di New York, menjadi konteks penting bagi langkah strategis ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya