Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Boikot Produk AS Melesat, Ritel Kanada Ubah Strategi Pasokan

Gelombang penolakan terhadap produk Amerika Serikat memaksa supermarket Kanada mengalihkan rantai pasokan, menekankan produk lokal dan mengurangi ketergantungan impor.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 21.00 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Boikot Produk AS Melesat, Ritel Kanada Ubah Strategi Pasokan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Gelombang protes terhadap produk asal Amerika Serikat telah mendorong perubahan signifikan di sektor ritel pangan Kanada. Banyak supermarket dan toko kelontong kini memperkuat identifikasi asal produk, bahkan memilih memasok bahan segar dari dalam negeri seperti stroberi dari Quebec, menggantikan pasokan dari AS. Langkah ini muncul sebagai respons terhadap tekanan konsumen yang meningkat, terutama setelah isu tarif dan kebijakan diplomatik yang memicu ketegangan bilateral.

Kepala jaringan Vince's Market di Greater Toronto Area, Giancarlo Trimarchi, mengungkapkan bahwa keputusan untuk menggeser pasokan dilatarbelakangi adanya respons emosional dari pelanggan. Ia menyebut situasi kali ini lebih intens dibandingkan tahun sebelumnya, dengan sejumlah toko menargetkan 90% produk lokal dalam waktu dekat. Perubahan ini juga terpicu oleh kebijakan tarif yang diterapkan oleh pemerintah AS, serta isu kontroversial mengenai perubahan nama Danau Ontario menjadi "Lake America".

Perubahan pola konsumsi telah memaksa peritel besar seperti Loblaw Cos dan Metro untuk menyesuaikan strategi. Loblaw memasang identifikasi visual berupa simbol daun maple di area produk segar, sementara Metro menyematkan label khusus "T" untuk produk yang terdampak tarif. Menurut Gary Sands, Wakil Presiden Senior Kebijakan Publik Federasi Peritel Independen Kanada, transformasi ini mencerminkan perubahan budaya konsumsi yang permanen di masyarakat.

Data resmi menunjukkan penurunan impor sayuran dari AS menjadi 62,6% pada Juli 2026, turun dari 69% pada periode yang sama tahun 2023. Meski sebagian besar impor buah masih berasal dari AS, konsumen kini lebih peka terhadap asal negara dan kepemilikan perusahaan. Sejumlah warga, seperti John Ambard, insinyur perangkat lunak dari Toronto, menyatakan bahwa memilih produk lokal adalah bentuk protes terhadap kebijakan luar negeri Washington yang dinilai merusak hubungan antar negara.

Pemerintah Kanada pun merespons dengan alokasi anggaran C$3 miliar selama 10 tahun untuk mendukung pembangunan rumah kaca dan produksi pangan domestik. Selain itu, sejumlah pelaku usaha mulai menjajaki kemitraan dengan negara lain seperti Spanyol, Brasil, dan Honduras. Menurut Gordon Dean, pemilik toko, diversifikasi pasokan merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada satu negara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya