Waktu-Tepat Hentikan Minum Kopi untuk Kesehatan Optimal
Menghentikan konsumsi kopi pada waktu tertentu membantu menjaga kualitas tidur, penyerapan nutrisi, dan akurasi pemeriksaan kesehatan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Minum kopi secara rutin sering dianggap sebagai kebiasaan yang membantu menjaga kewaspadaan, namun tidak semua waktu cocok untuk mengonsumsinya. Kafein, senyawa utama dalam kopi, bekerja dengan menghambat adenosin—neurotransmiter yang mengatur rasa kantuk—sehingga memicu kebangkitan sementara. Namun, efek ini bisa berdampak negatif jika dikonsumsi pada waktu yang tidak tepat.
Salah satu waktu paling kritis adalah menjelang tidur. Kafein dapat bertahan hingga lima jam dalam tubuh, bahkan lebih pada individu dengan metabolisme lambat atau kebiasaan merokok. Dengan demikian, mengonsumsi kopi kurang dari lima hingga enam jam sebelum tidur berisiko mengganggu proses alami tubuh untuk masuk ke fase tidur yang dalam, mengurangi durasi istirahat yang optimal.
Kebiasaan menggantikan waktu tidur yang hilang dengan kopi juga tidak disarankan. Meski kafein mampu menimbulkan rasa lebih waspada sementara, ia tidak dapat menggantikan fungsi pemulihan fisik dan kognitif yang hanya terjadi saat tidur. Setelah efek kafein mereda, tubuh justru cenderung lelah lebih cepat dan sulit berkonsentrasi.
Selain itu, konsumsi kopi juga perlu dihindari saat mengonsumsi suplemen zat besi. Polifenol dalam kopi dapat menghambat penyerapan zat besi non-heme, terutama dari sumber nabati seperti sayuran hijau dan biji-bijian. Untuk memastikan efektivitas suplemen, disarankan menunda kopi setidaknya satu jam sebelum atau sesudah asupan zat besi.
Pemeriksaan tekanan darah juga harus dilakukan dalam kondisi bebas kafein. Kafein dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah jangka pendek, sehingga hasil pengukuran bisa menyesatkan. Ahli kardiovaskular menyarankan untuk tidak mengonsumsi minuman berkafein minimal 30 menit sebelum pemeriksaan, serta duduk tenang selama lima menit sebelum pengukuran dilakukan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Warung Rupa-rupa Sajikan Keaslian Indonesia di Nagoya
Warung Rupa-rupa di Nagoya, Jepang, menjadi tempat bertemu budaya dan rasa autentik Indonesia bagi warga lokal dan pelancong.
27 September 2026

Anak Pilih-Pilih Makanan, Ini Faktor Penyebabnya
Pilih-pilih makanan pada anak umumnya muncul sejak usia dini dan dipengaruhi faktor lingkungan, pengalaman awal makan, serta respons orang tua, bukan hanya kecenderungan pribadi.
27 September 2026

Mengatasi Anak Pilih-Pilih Makanan dengan Pendekatan Berkelanjutan
UNICEF mengungkap strategi efektif menghadapi anak yang pilih-pilih makanan, mulai dari pengenalan makanan baru hingga peran orang tua sebagai contoh positif.
27 September 2026

Pramugari Bocorkan Rahasia Rasa Makanan Pesawat
Seorang pramugari berpengalaman menyarankan penumpang membawa camilan pribadi karena makanan pesawat cenderung tinggi garam dan gula demi menyesuaikan perubahan indera pengecap di ketinggian.
26 September 2026
Berita Lainnya

PSI Soroti Inkonsistensi DPR Soal Pemilu Serentak
Minggu, 27 September 2026, 23.29 WITA

Peringatan Hari Bhakti Postel 2026 Dibuka dengan Konferensi Global dan Aksi Sosial
Minggu, 27 September 2026, 23.28 WITA

Tewas Diduga Tertembak Usai Tawuran, Jenazah Korban Diperiksa di RS Bhayangkara
Minggu, 27 September 2026, 23.23 WITA

Komisi I DPR Minta Evaluasi Komcad Pasca Kematian ASN
Minggu, 27 September 2026, 23.23 WITA

Menteri PU Sidak Langsung ke Sawah Kering Bekasi
Minggu, 27 September 2026, 23.22 WITA

Pria di Bandung Tewaskan Ibu Tiri dengan Setrum dan Pisau
Minggu, 27 September 2026, 23.22 WITA

Koalisi Sipil Desak Hentikan Paksaan ASN Ikut Latihan Militer
Minggu, 27 September 2026, 23.22 WITA

Gontor Tidak Tegur Prabowo Lewat Al-Quran, Stafsus Menag Bantah Hoaks
Minggu, 27 September 2026, 23.21 WITA

