Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Waktu-Tepat Hentikan Minum Kopi untuk Kesehatan Optimal

Menghentikan konsumsi kopi pada waktu tertentu membantu menjaga kualitas tidur, penyerapan nutrisi, dan akurasi pemeriksaan kesehatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Waktu-Tepat Hentikan Minum Kopi untuk Kesehatan Optimal📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Minum kopi secara rutin sering dianggap sebagai kebiasaan yang membantu menjaga kewaspadaan, namun tidak semua waktu cocok untuk mengonsumsinya. Kafein, senyawa utama dalam kopi, bekerja dengan menghambat adenosin—neurotransmiter yang mengatur rasa kantuk—sehingga memicu kebangkitan sementara. Namun, efek ini bisa berdampak negatif jika dikonsumsi pada waktu yang tidak tepat.

Salah satu waktu paling kritis adalah menjelang tidur. Kafein dapat bertahan hingga lima jam dalam tubuh, bahkan lebih pada individu dengan metabolisme lambat atau kebiasaan merokok. Dengan demikian, mengonsumsi kopi kurang dari lima hingga enam jam sebelum tidur berisiko mengganggu proses alami tubuh untuk masuk ke fase tidur yang dalam, mengurangi durasi istirahat yang optimal.

Kebiasaan menggantikan waktu tidur yang hilang dengan kopi juga tidak disarankan. Meski kafein mampu menimbulkan rasa lebih waspada sementara, ia tidak dapat menggantikan fungsi pemulihan fisik dan kognitif yang hanya terjadi saat tidur. Setelah efek kafein mereda, tubuh justru cenderung lelah lebih cepat dan sulit berkonsentrasi.

Selain itu, konsumsi kopi juga perlu dihindari saat mengonsumsi suplemen zat besi. Polifenol dalam kopi dapat menghambat penyerapan zat besi non-heme, terutama dari sumber nabati seperti sayuran hijau dan biji-bijian. Untuk memastikan efektivitas suplemen, disarankan menunda kopi setidaknya satu jam sebelum atau sesudah asupan zat besi.

Pemeriksaan tekanan darah juga harus dilakukan dalam kondisi bebas kafein. Kafein dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah jangka pendek, sehingga hasil pengukuran bisa menyesatkan. Ahli kardiovaskular menyarankan untuk tidak mengonsumsi minuman berkafein minimal 30 menit sebelum pemeriksaan, serta duduk tenang selama lima menit sebelum pengukuran dilakukan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya