Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Wamen Angga Raka Hadiri Peringatan Hari Bhakti Postel di Bandung

Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo menandatangani sampul peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 dalam upacara khidmat di Bandung, menghormati jasa para pahlawan pos dan telekomunikasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Wamen Angga Raka Hadiri Peringatan Hari Bhakti Postel di Bandung📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 tahun 2026 berlangsung secara khidmat di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, pada Minggu (27/9), dengan puncak acara dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Angga Raka Prabowo, sebagai Inspektur Upacara. Upacara dimulai dengan prosesi peletakan karangan bunga di tugu peringatan yang menjadi simbol penghormatan terhadap para pahlawan, khususnya para pemuda Angkatan Muda PTT (AMPTT) yang gugur dalam perjuangan merebut kekuasaan dari tangan Jepang pada 27 September 1945.

Kehadiran Angga Raka dalam momen tersebut menegaskan komitmen pemerintah terhadap pentingnya memelihara nilai-nilai sejarah dalam konteks pengembangan sektor pos dan telekomunikasi nasional. Setelah penghormatan di tugu peringatan, acara dilanjutkan dengan penandatanganan Sampul Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 Tahun 2026, sebuah tradisi yang menjadi simbol kelanjutan perjuangan para pendahulu dalam membangun infrastruktur komunikasi nasional.

Prosesi penandatanganan dilakukan oleh Angga Raka didampingi Ketua Umum ASPIMTEL, Theodorus Ardi Hartoko, serta Direktur Manajemen Risiko PT Pos Indonesia, Rosmanidar Zulkifli, yang mewakili Direktur Utama perusahaan. Tanda tangan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap sejarah, tetapi juga sebagai komitmen bersama untuk memperkuat sistem layanan pos dan telekomunikasi di masa depan.

Kegiatan ini menekankan bahwa peringatan sejarah bukan sekadar ritual formal, melainkan upaya strategis untuk menggugah kesadaran kolektif atas kontribusi para pahlawan pos dan telekomunikasi dalam membangun Indonesia modern. Dengan menghadirkan narasi sejarah secara kontekstual, acara menjadi wadah untuk memperkuat identitas dan semangat kebangsaan di sektor publik yang kritis bagi konektivitas nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya