Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Wamenko Optimistis Karhutla Palangka Raya Terkendali dalam Sebulan

Wakil Menteri Koordinator Pangan memperkirakan kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya bisa diminimalisir dalam 14 hari hingga satu bulan jika seluruh pihak berkolaborasi penuh.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 21x dibuka
Wamenko Optimistis Karhutla Palangka Raya Terkendali dalam Sebulan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Wamenko Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyatakan keyakinan tinggi bahwa tekanan kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dapat berkurang secara signifikan dalam waktu dekat. Ia menilai, dalam rentang 14 hari hingga satu bulan ke depan, kondisi asap dan aktivitas api bisa dikendalikan, asalkan seluruh elemen terlibat secara sinergis dalam upaya pemadaman. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Jakarta Barat, Kamis (15/10).

Dalam upaya percepatan penanganan, sejumlah strategi yang sudah dilaksanakan akan diperkuat, termasuk pembasahan lahan gambut, pembangunan sumur bor, serta pemanfaatan larutan surfaktan untuk menekan penyebaran api. Hanif menekankan dua area kritis yang menjadi fokus utama intervensi: wilayah seluas 39 ribu hektare di Palangka Raya yang kerap mengalami hotspot tinggi, serta kawasan lindung gambut seluas 93 ribu hektare di Kabupaten Pulang Pisau. Kedua lokasi tersebut akan menjadi prioritas penanganan dalam waktu dekat.

Tim penanggulangan karhutla akan segera melakukan verifikasi lapangan untuk menentukan langkah konkret, mengacu pada pendekatan yang telah terbukti efektif di Kalimantan Selatan. Dalam kerja sama lintas sektor, Kemenko Pangan bertugas mengawal penanganan karhutla di empat provinsi, termasuk Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Papua Selatan.

Di Kalimantan Selatan, penanganan telah berjalan sejak Agustus dan melibatkan pemerintah daerah, instansi terkait, hingga pelaku usaha. Hasilnya, sekitar 3 ribu hektare lahan yang berada di dekat pusat kota berhasil dikendalikan, membuktikan efektivitas pendekatan kolaboratif. Hanif menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan karhutla bergantung pada konsistensi dan sinergi semua pihak.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya