Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Warga Norwegia Berduka, Kenang Raja Harald V di Depan Istana

Warga Norwegia menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya Raja Harald V pada usia 89 tahun, dengan meletakkan bunga di depan Istana Kerajaan sebagai bentuk penghormatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.43 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Warga Norwegia Berduka, Kenang Raja Harald V di Depan Istana📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kematian Raja Harald V pada Jumat, 28 Agustus, memicu gelombang duka di seluruh Norwegia. Pada Sabtu pagi, warga dari berbagai lapisan masyarakat berkumpul di depan Istana Kerajaan di Oslo untuk memberikan penghormatan terakhir. Rangkaian bunga, bendera kecil, dan kartu ucapan diletakkan di depan gerbang istana sebagai simbol rasa belasungkawa yang mendalam.

Harald V, yang menjabat sebagai kepala negara selama lebih dari 30 tahun, dikenal sebagai sosok yang dekat dengan rakyat dan konsisten dalam memegang nilai-nilai demokrasi serta keberlanjutan. Kepemimpinannya menjadi simbol stabilitas dalam masa perubahan sosial dan ekonomi yang signifikan di Norwegia. Kini, seluruh rakyat menanti prosesi penghormatan resmi yang akan digelar dalam waktu dekat.

Peti jenazah Raja Harald V disemayamkan di kapel kerajaan, tempat masyarakat umum diberi kesempatan untuk menyampaikan penghormatan terakhir. Akses ke lokasi tersebut akan dibuka secara terbatas, dengan pengaturan yang memastikan kesederhanaan dan kehormatan dalam prosesi. Prosesi ini menjadi momen kolektif bagi warga untuk merenungkan peran dan warisan pemimpin yang telah membawa Norwegia melalui era modernisasi tanpa kehilangan identitas budaya.

Kesedihan yang dirasakan masyarakat tidak hanya terkait dengan kehilangan seorang pemimpin, tetapi juga kehilangan simbol kesatuan nasional. Raja Harald V diingat sebagai sosok yang memperkuat ikatan antara rakyat dan institusi kerajaan, tanpa dominasi politik. Duka yang ditunjukkan hari ini menunjukkan betapa dalam pengaruhnya dalam kehidupan publik Norwegia selama tiga dekade terakhir.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya