Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di 14 Wilayah

BMKG memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat dan angin kencang di 14 provinsi pada 17 Oktober 2026, terutama di wilayah pesisir dan dataran tinggi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 55x dibuka
Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di 14 Wilayah📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem pada Sabtu (17/10/2026), menyoroti sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Peringatan ini berlaku hingga 18 Oktober 2026 dan mencakup daerah seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, serta berbagai wilayah di Papua. Tidak ada wilayah yang berstatus Siaga atau Awas pada hari ini, namun masyarakat diminta tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem.

Selain hujan lebat, angin kencang juga menjadi perhatian di Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan. Faktor-faktor atmosfer seperti aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) di Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat, serta gelombang Kelvin yang aktif di sejumlah wilayah seperti Papua, Sumatra Selatan, dan Sulawesi, turut mendukung pembentukan awan hujan secara lokal. Gelombang Rossby Ekuatorial juga terpantau aktif di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra, memperkuat potensi hujan di wilayah tersebut.

Kondisi ini terjadi meski sekitar 76 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia masih berada dalam masa kemarau, terutama di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Sulawesi. Hanya sekitar 8 persen ZOM yang telah memasuki musim hujan. Meskipun curah hujan secara umum diperkirakan rendah hingga menengah, dinamika atmosfer lokal dan regional tetap mampu memicu hujan intensif dalam waktu singkat.

Pertemuan dan perlambatan angin di wilayah Sumatra bagian selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua turut berkontribusi terhadap terbentuknya massa udara yang kondusif bagi pertumbuhan awan hujan. Suhu muka laut yang relatif tinggi di sekitar wilayah pesisir juga meningkatkan kandungan uap air dalam atmosfer, memperkuat potensi hujan disertai kilat dan angin kencang.

BMKG menegaskan bahwa kondisi kering dalam skala dasarian tidak menutup kemungkinan terjadinya hujan harian yang signifikan di wilayah yang didukung oleh aktivitas atmosfer. Masyarakat di daerah berisiko diimbau untuk memantau perkembangan cuaca secara rutin dan menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca memburuk.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya