Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Waspada Hujan Lebat di 17 Wilayah, BMKG Imbau Waspadai Dampak

Sebanyak 17 wilayah di Indonesia berpotensi alami hujan sedang hingga sangat lebat hingga 19 Oktober 2026, seiring aktivitas gelombang atmosfer dan dinamika udara lokal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 96x dibuka
Waspada Hujan Lebat di 17 Wilayah, BMKG Imbau Waspadai Dampak📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan intensitas sedang hingga sangat lebat untuk periode 17 hingga 19 Oktober 2026. Sejumlah daerah di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua diproyeksikan mengalami curah hujan tinggi, dengan Aceh dan Sumatra Utara masuk dalam status Siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Tidak ada wilayah yang berstatus Awas atau menghadapi peringatan angin kencang pada periode ini.

Wilayah yang berpotensi terdampak hujan sedang hingga lebat meliputi Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Maluku Utara, serta sejumlah wilayah di Papua seperti Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua. Aktivitas atmosfer regional, termasuk gelombang Kelvin, Rossby Ekuatorial, dan Madden-Julian Oscillation, turut berkontribusi terhadap pertumbuhan awan hujan secara lokal.

Pola pertemuan angin di wilayah Sumatra bagian selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua menyebabkan akumulasi massa udara yang memicu pembentukan awan hujan. Suhu permukaan laut yang hangat di sekitar wilayah tersebut juga meningkatkan kandungan uap air di atmosfer, memperkuat potensi hujan lokal. Meski sebagian besar Zona Musim (ZOM) di Indonesia masih berada dalam masa kemarau—sekitar 76 persen—ada daerah yang mulai memasuki musim hujan, mencapai 8 persen.

BMKG menegaskan bahwa hujan yang terjadi dapat disertai fenomena kilat, petir, dan angin kencang secara sporadis. Prakiraan ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat di daerah rawan banjir, longsor, dan genangan air, terutama di wilayah dengan topografi berbukit atau lereng curam. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan cuaca secara rutin, serta mempersiapkan langkah antisipasi terhadap dampak cuaca ekstrem.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya