Yadi Timo, Aktor Watak Legendaris yang Mengukir Kenangan di Layar
Aktor senior Yadi Timo meninggal dunia pada usia 66 tahun, dikenang melalui berbagai peran ikonik di sinetron dan film anak yang menyentuh generasi tanah air.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 21.06 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 139x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Yadi Timo, aktor dengan karier panjang di industri hiburan Indonesia, berpulang pada Jumat, 16 Oktober, pada usia 66 tahun. Ia memulai perjalanannya di dunia seni peran sejak 1996, dengan debut sebagai bintang tamu dalam sinetron Jin dan Jun. Meski tak menonjol di awal, nama pria kelahiran 12 Februari 1960 ini kemudian melejit lewat berbagai peran antagonis yang khas dan kental dengan nuansa komedi gelap.
Salah satu karya yang paling dikenang adalah Petualangan Sherina (2000), di mana ia memerankan Mastur, salah satu penculik anak yang menjadi ikonik karena kombinasi sifat jahat dan tingkah konyol. Adegan mengejar Sherina dan Sadam menjadi salah satu momen paling diingat penonton, menunjukkan kemampuannya membawakan karakter kompleks dengan sentuhan humor.
Selain itu, ia juga dikenal melalui peran sebagai Rohali atau Ali dalam Buku Harian Nayla (2006), sosok ayah yang tegas namun penuh melankoli, jauh dari gambaran antagonis yang biasa dibawakannya. Di Eneng dan Kaos Kaki Ajaib (2007), ia bermain sebagai Om Walat, tokoh pencuri kaos kaki ajaib yang sering gagal karena keegoisannya, dengan tingkah yang menyebalkan namun tetap mengundang tawa.
Yadi Timo juga menjadi bagian penting dari Putri yang Ditukar (2010–2011), sinetron yang menjadi salah satu yang paling populer dengan durasi 676 episode. Ia memerankan Wisnu, karakter licik yang menjadi dalang di balik penukaran bayi, memperkuat reputasinya sebagai aktor yang ahli memerankan tokoh-tokoh gelap. Karier terakhirnya tercatat dalam Ketika Cinta Memanggilmu (2025), di mana ia memerankan Kusno Hermansyah, menandai kehadirannya hingga akhir hayat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dorong transformasi madrasah menuju lingkungan belajar inklusif, aman secara digital, dan berkeadilan melalui kolaborasi semua pihak.
24 Oktober 2026
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri 2 tahun 2026, mengamankan Piala Presiden dalam perhelatan nasional.
24 Oktober 2026

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Studi menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat dibangun melalui gaya hidup sehat, interaksi sosial, dan tujuan jangka panjang.
24 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan sistem irigasi di lima daerah, termasuk Gunungkidul, untuk tingkatkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.10 WITA

