Yusril Usulkan Rehabilitasi Napi Narkoba di Pulau Kosong
Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan berencana memanfaatkan pulau-pulau kosong sebagai lokasi rehabilitasi narapidana narkoba, sejalan dengan arahan Presiden.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 21.12 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengusulkan pemanfaatan pulau-pulau tak berpenghuni sebagai tempat rehabilitasi bagi narapidana narkotika. Ia menilai pulau-pulau tersebut, yang luasnya mencapai hingga 700 hektare tanpa penduduk, cocok untuk dijadikan lokasi pembinaan. Menurutnya, tempat seperti ini bisa menjadi solusi atas kepadatan lapas dan sekaligus menumbuhkan kembali nilai kedisiplinan serta produktivitas narapidana.
Dalam penyampaiannya, Yusril menegaskan bahwa proses rehabilitasi akan melibatkan TNI dan Polri sebagai pelaksana pembinaan. Narapidana narkoba akan diberi pelatihan kedisiplinan, serta dilibatkan dalam kegiatan produktif seperti bertani atau berkebun. Langkah ini dimaksudkan untuk mengubah perilaku dan membentuk kembali mental para terpidana melalui kerja nyata dan pengawasan terstruktur.
Selain itu, Yusril mengusulkan pembentukan lembaga khusus untuk mengelola rehabilitasi narkoba. Usulan ini termasuk dalam rancangan undang-undang tentang narkotika dan psikotropika yang sedang disiapkan bersama DPR. Ia menyebut kemungkinan besar lembaga tersebut akan diberi nama Badan Rehabilitasi Narkotika Nasional, yang bisa berada di bawah naungan BNN atau menjadi lembaga tersendiri.
Kebijakan ini merupakan respons atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menangani kelebihan kapasitas lapas serta memperbaiki kualitas pemasyarakatan melalui rehabilitasi dan reedukasi. Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, juga mengonfirmasi bahwa pemerintah telah memulai persiapan kebijakan bersama tujuh kementerian dan lembaga terkait. Fokus utama adalah narapidana narkoba yang masih dalam usia produktif, dengan data yang akan dikumpulkan bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

AS Siarkan Langsung Eksekusi Mati Mantan Prajurit Pengkhianat
Amerika Serikat akan menyiarkan secara langsung eksekusi mati terhadap Nidal Hasan, mantan tentara yang membunuh 13 orang di Fort Hood pada 2009, sebagai bagian dari kebijakan hukuman publik.
9 Oktober 2026

Pria Ditangkap di Miami Karena Selundupkan 10 Burung Hidup dalam Celana Dalam
Seorang warga Kuba yang tinggal secara sah di AS ditangkap di Bandara Miami karena menyelundupkan 10 burung hidup tersembunyi di dalam pakaian dalamnya.
9 Oktober 2026

Napi Perempuan Selamat dari Eksekusi Mati Dua Kali di Tennessee
Seorang narapidana perempuan di Tennessee, Christa Pike, bertahan hidup setelah dua suntikan mematikan gagal menghentikan jantungnya dalam proses eksekusi yang berlangsung pada 30 September.
9 Oktober 2026

Agen Imigrasi Tembak Warga di New York, Ada Anak di Mobil
Seorang warga terluka akibat tembakan agen Imigrasi AS di New York, saat petugas mengepung mobil yang diklaim sebagai target imigran ilegal dengan catatan kriminal.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

A7X Siap Guncang Jakarta dengan Konser Spektakuler
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.30 WITA

Wristband Konser A7X di JIS Harus Dipertukarkan Sebelum Hari H
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.29 WITA

Rupiah Menguat ke Rp17.899 di Akhir Pekan
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.15 WITA

Honda Perkenalkan Sistem Hybrid Baru dengan Nama Seragam Global
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.15 WITA

Billy Syahputra Siap Tuntut Pelaku Sebar Video Anaknya
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.15 WITA

Pemerintah Cairkan Rp20 Triliun untuk Stabilkan BPJS Kesehatan
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.15 WITA

Digitalisasi Haji Dimulai dari Data Kependudukan Nasional
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.14 WITA

KH Ismail Ghofur Bantah Hadir di Kegiatan di MPR RI
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.14 WITA

