Zelenskyy: Pelonggaran Sanksi AS Awal Langkah, Bukan Jalan Perdamaian
Presiden Ukraina menilai pelonggaran sanksi terhadap Rusia hanya langkah awal, menekankan bahwa kebijakan itu justru mendukung Putin, sementara upaya diplomasi dan keamanan tetap menjadi prioritas.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 15.26 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 105x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa pengurangan sanksi terhadap Rusia yang baru diberlakukan oleh Amerika Serikat merupakan langkah awal dalam proses yang masih panjang, bukan tanda perubahan fundamental dalam strategi internasional. Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut, meski diberlakukan dalam kerangka hukum tertentu, berisiko menimbulkan kesan dukungan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, bukan mendorong kompromi dalam konflik. Pernyataan ini disampaikan menyusul keputusan eksekutif yang menangguhkan sebagian sanksi, pembatasan, dan tarif terhadap Moskow.
Zelenskyy menegaskan bahwa meskipun ada kemungkinan pelonggaran, Ukraina tetap berkomitmen pada diplomasi dan perundingan sebagai solusi utama. Ia menyebut bahwa negosiasi antara delegasi Ukraina dan AS kemungkinan akan digelar dalam waktu dekat, bahkan mungkin minggu ini. Proses ini akan menjadi bagian dari upaya penyusunan forum trilateral yang melibatkan tiga pihak: Ukraina, AS, dan Rusia. Lokasi pertemuan masih dalam pertimbangan, termasuk di sela KTT G20, atau negara-negara Timur Tengah dan Eropa, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Moskow maupun Washington.
Kendala operasional juga menjadi perhatian utama, terutama terkait layanan komunikasi Starlink. Zelenskyy menjelaskan bahwa terminal Starlink di Ukraina kehilangan koneksi saat bergerak dengan kecepatan melebihi 161 km/jam, yang mengganggu operasi drone pencegat dan pasokan logistik ke pos-pos militer terisolasi. Ia menyoroti bahwa pengujian di Eropa menunjukkan stabilitas koneksi bahkan pada kecepatan di atas 180 km/jam, menandakan bahwa masalah tersebut hanya terjadi di wilayah Ukraina. Hal ini memicu kekhawatiran atas ketergantungan pada teknologi yang dikendalikan dari luar negeri.
Di sisi lain, Zelenskyy mengungkapkan adanya kekhawatiran terhadap upaya Rusia untuk menarik kembali aset yang dibekukan, yang mungkin dilakukan melalui negara-negara sekutu. Ia telah berdiskusi dengan otoritas Belgia dan pemimpin Uni Eropa, menegaskan bahwa aset-aset tersebut tetap berada di bawah kendali Eropa dan dalam kondisi aman. Uni Eropa secara tegas menolak kesepakatan bahan bakar diesel antara AS dan Rusia, menekankan bahwa sanksi harus tetap diberlakukan selama serangan terhadap infrastruktur Ukraina berlanjut. Upaya untuk menyusun paket sanksi baru juga sedang berjalan.
Dalam konteks ini, Zelenskyy menegaskan bahwa kebijakan luar negeri harus didasarkan pada keamanan dan keberlanjutan, bukan pada kompromi jangka pendek. Ia menekankan bahwa negara-negara Eropa kini aktif mencari alternatif teknologi komunikasi untuk mengurangi risiko ketergantungan pada sistem yang bisa dibatasi sewaktu-waktu. Dengan demikian, meskipun ada pelonggaran sanksi, fokus utama tetap pada perlindungan kedaulatan, keamanan militer, dan keberlanjutan dukungan internasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

