Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

1 Juta Ton Beras Subsidi Siap Distribusi ke Pasar Tradisional

Pemerintah menyiapkan 1 juta ton beras subsidi untuk masyarakat desil 5 hingga 7, didistribusikan melalui pasar tradisional dengan harga Rp12.500 per kilogram.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
1 Juta Ton Beras Subsidi Siap Distribusi ke Pasar Tradisional📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah telah menyiapkan sebanyak 1 juta ton beras bersubsidi untuk menopang akses pangan masyarakat kelas menengah bawah, khususnya kelompok desil 5 hingga 7. Bantuan ini disalurkan melalui jaringan pasar tradisional dan resmi di seluruh daerah guna memastikan distribusi merata dan mudah diakses oleh masyarakat umum.

Harga jual beras subsidi dipatok lebih rendah dari pasar, yaitu Rp12.500 per kilogram, meski harga pasar saat ini mencapai Rp15.000. Langkah ini diambil untuk menekan fluktuasi harga dan menstabilkan kebutuhan pokok rumah tangga, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang berdampak pada produksi padi.

Menko Pangan menegaskan bahwa program ini bukan sekadar distribusi, melainkan bagian dari upaya strategis untuk menjaga ketersediaan beras berkualitas dengan harga terjangkau. Ia menekankan bahwa beras subsidi ini khusus diperuntukkan bagi keluarga yang memiliki daya beli terbatas, agar tidak terdampak langsung oleh fluktuasi harga komoditas pangan.

Selain beras, pemerintah juga menyiapkan subsidi jagung sebanyak 150.000 ton dengan harga Rp5.000 per kilogram. Tujuannya untuk menekan kenaikan harga pakan ternak yang saat ini telah mencapai Rp8.000 per kilogram di sejumlah wilayah. Dengan subsidi ini, diharapkan harga pakan tidak melonjak, sehingga menopang stabilitas produksi pangan hewani.

Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan memastikan kebutuhan pokok terpenuhi secara merata. Dengan distribusi melalui pasar tradisional, diharapkan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan utama tanpa kesulitan finansial, terutama di masa sulit seperti musim kemarau.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya