Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

10 Emiten Masuk Daftar Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi

Bursa Efek Indonesia dan KSEI mengumumkan 10 emiten dengan konsentrasi kepemilikan saham di atas 95%, termasuk SSMS, SMMT, dan TBIG.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 09.14 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 52x dibuka
10 Emiten Masuk Daftar Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengumumkan penambahan 10 emiten ke dalam daftar saham dengan tingkat konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Daftar ini mencerminkan dominasi kepemilikan oleh sejumlah pemegang saham tertentu, yang secara agregat menguasai lebih dari 95% dari seluruh saham beredar. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya transparansi dan pengelolaan pasar modal yang lebih akuntabel.

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menjadi salah satu yang masuk daftar dengan tingkat kepemilikan terkonsentrasi mencapai 95,79% per 1 Oktober 2026. Sementara itu, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) memiliki tingkat konsentrasi mencapai 97,12%, menunjukkan dominasi kuat oleh sekelompok pemegang saham. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) juga masuk dalam kategori tersebut dengan persentase kepemilikan sebesar 96,62%, menandakan konsentrasi kepemilikan yang sangat tinggi di sektor infrastruktur.

Lainnya dalam daftar meliputi PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS), PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI), PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA), PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY), dan PT Akasha Wira International Tbk (ADES). Semua emiten ini ditemukan memiliki struktur kepemilikan yang sangat tidak merata, dengan sejumlah pihak mengendalikan sebagian besar saham beredar.

Penerapan klasifikasi HSC bertujuan untuk memberikan informasi lebih jelas kepada investor mengenai struktur kepemilikan perusahaan, sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi. Dengan adanya daftar ini, diharapkan meningkatkan kesadaran terhadap risiko yang mungkin timbul akibat konsentrasi kepemilikan, terutama terkait kebijakan perusahaan dan transparansi tata kelola.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya