Bantuan Presiden Rp1,24 Triliun Disalurkan untuk Perkuat Penanganan Karhutla
Pemerintah menyalurkan bantuan presiden senilai Rp1,24 triliun ke 44 kabupaten/kota untuk percepatan pemadaman karhutla dan perlindungan masyarakat dari dampak asap.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali menyalurkan dana bantuan presiden sebesar Rp480 miliar untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di 44 kabupaten/kota yang terdampak di tujuh provinsi. Dengan penyaluran ini, total bantuan yang telah disalurkan sejak awal tahun mencapai Rp1,24 triliun, termasuk alokasi sebelumnya senilai Rp760 miliar pada 7 September 2026. Dana tersebut diperuntukkan bagi operasional pemadaman, perlindungan warga dari kabut asap, pendukungan logistik dan personel lapangan, serta rehabilitasi lahan gambut yang terdampak kebakaran.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan bahwa prioritas utama adalah keselamatan masyarakat dan pencegahan dampak lingkungan yang lebih luas. Ia meminta seluruh kepala daerah mengoptimalkan penggunaan dana dengan cepat, akurat, serta sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Penyaluran harus dilakukan secara transparan dan akuntabel, agar hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dan mempercepat pemulihan kondisi darurat di wilayah terdampak.
Surat Edaran Nomor 300.2.8/8481/SJ tanggal 23 Oktober 2026 telah diterbitkan sebagai pedoman operasional dalam pengelolaan dana bantuan. Isi surat mencakup aturan penganggaran, penggunaan, pengawasan, hingga pelaporan atas bantuan dari pemerintah pusat maupun bantuan keuangan dari pemerintah daerah lain. Tujuannya agar seluruh proses penanganan karhutla berjalan terkoordinasi, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun kebijakan.
Penyediaan dana ini merupakan bagian dari respons nasional terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan yang terus mengancam stabilitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Dengan dukungan keuangan yang signifikan, pemerintah daerah diharapkan mampu memperkuat kapasitas operasional, meningkatkan koordinasi antarinstansi, serta meminimalkan risiko kebakaran meluas di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Tragedi Geger Pecinan pada Oktober 1740 menewaskan belasan ribu warga Tionghoa di Batavia akibat kebijakan represif VOC dan eskalasi kekerasan setelah kepanikan memicu perlawanan.
25 Oktober 2026

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Operasi modifikasi cuaca dilakukan BMKG di Jakarta 21–25 Oktober 2026 dengan penaburan 4 ton garam, bertujuan menurunkan polusi udara melalui hujan buatan.
25 Oktober 2026

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Kementerian ESDM membuka program pengawal energi bagi lulusan S1 dan D4 dengan 108 posisi, menawarkan insentif hingga Rp6,5 juta per bulan dan fasilitas lengkap selama masa penugasan satu tahun.
25 Oktober 2026

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Presiden Prabowo Subianto membahas perkembangan program pendidikan dan pelatihan kepemimpinan bersama Gubernur URI di Hambalang, didampingi pejabat kementerian dan BPI.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.24 WITA

BRILink Agen Fillio Dorong Inklusi Keuangan di Dumai
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.22 WITA

Pemerintah Siapkan Rp883 Miliar untuk Diskon Transportasi Nataru
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

Kebijakan Pertanian Dorong Peningkatan Daya Beli Petani Lampung
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

