Petani Kecil di Indonesia Masih Terjepit Keterbatasan Lahan dan Biaya Hidup
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI menyoroti keterbatasan skala ekonomi petani kecil yang tak mampu menopang kehidupan layak meski mendapat bantuan pemerintah, dengan rata-rata usia petani mencapai 48 tahun dan lahan yang dimiliki di bawah setengah hektar.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Komisi IV DPR RI mengungkapkan bahwa kesejahteraan petani kecil di Indonesia belum mencapai taraf layak, meskipun berbagai bantuan dan subsidi dari Kementerian Pertanian terus dilakukan. Wakil Ketua Komisi IV, Hanan A. Rozak, menekankan bahwa persoalan utama bukan hanya soal produksi, melainkan keterbatasan skala usaha yang tak sebanding dengan beban kehidupan sehari-hari. Ia menyoroti bahwa banyak petani hanya mengelola lahan di bawah setengah hektar, terutama di wilayah Jawa, yang secara ekonomi tidak cukup untuk menopang keluarga dengan kebutuhan yang semakin meningkat.
Hanan menekankan bahwa pola pengeluaran masyarakat pedesaan kini telah berubah drastis, melibatkan biaya listrik, pulsa, perangkat digital, hingga biaya pendidikan anak. Dengan lahan terbatas, ia mempertanyakan kelayakan hidup petani yang harus memenuhi semua kebutuhan tersebut. “Dengan lahan seluas itu, bisa hidup layak? Bisa bayar listrik, pulsa, sekolah anak? Harus ada transformasi skala ekonomi,” tegasnya dalam diskusi publik di Jakarta Selatan. Ia menilai bahwa kebijakan pemerintah harus menyentuh aspek sosial-ekonomi, bukan hanya teknis pertanian.
Kondisi ini diperparah oleh tren usia petani yang semakin tua, dengan rata-rata mencapai 48 tahun ke atas. Keterbatasan fisik petani lanjut, ditambah minimnya generasi muda yang bergabung di sektor pertanian, menimbulkan ancaman terhadap keberlanjutan produksi. Hanan menyatakan bahwa tanpa modernisasi yang berkelanjutan, produktivitas lahan akan terus menurun, apalagi jika tenaga kerja tidak diperkuat dengan alat mesin dan sistem pendukung.
Oleh sebab itu, Komisi IV mendorong pemerintah untuk memperkuat kebijakan yang tidak hanya menargetkan produksi, tetapi juga memperhatikan pendapatan dan daya beli petani. Salah satu upaya yang disebutkan adalah perbaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebagai bentuk perlindungan terhadap petani dari fluktuasi harga pasar. Menurut Hanan, kebijakan seperti ini akan memberikan kepastian dan kenyamanan ekonomi, sehingga petani bisa hidup dengan lebih layak dan termotivasi untuk terus berproduksi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Salurkan Bantuan Beras Tiga Bulan untuk 33,2 Juta Penerima
Pemerintah menyalurkan beras gratis sebanyak 30 kg per penerima kepada 33,2 juta warga desil 1 hingga 4 untuk periode Oktober–Desember 2026.
25 Oktober 2026

7 Tanda Kamu Perlu Pelajari Regulasi Emosi
Beberapa gejala seperti reaksi berlebihan, mood cepat berubah, dan kesulitan tenang setelah marah menunjukkan perlunya penanganan emosional yang lebih mendalam.
25 Oktober 2026

Perpanjang SIM di Luar Domisili Kini Lebih Mudah
Warga yang sedang berada di luar domisili tetap dapat memperpanjang SIM di tempat tinggal sementara tanpa harus kembali ke kota asal.
25 Oktober 2026

Kemendagri Percepat Program 3 Juta Rumah dengan Kemudahan Regulasi
Pemerintah mempercepat realisasi program 3 juta rumah melalui penyederhanaan regulasi dan pemberian fasilitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Indonesia.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

