Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

10 Kebakaran Lahan di Baubau Ditangani Tim Damkar, Warga Diminta Hindari Bakar Sampah

Tim pemadam kebakaran Baubau menangani sepuluh titik kebakaran lahan sejak awal bulan, sambil mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah secara sembarangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 22.20 WITA·👁 3 orang membaca· 2 hari ini · 9x dibuka
10 Kebakaran Lahan di Baubau Ditangani Tim Damkar, Warga Diminta Hindari Bakar Sampah📷 Foto lokal iNarasikita

Kendari, ıNarasikita - Tim pemadam kebakaran Kota Baubau berhasil menangani sepuluh lokasi kebakaran lahan dalam rentang waktu awal bulan ini. Kebakaran terjadi di berbagai wilayah terbuka, termasuk area pinggiran perkotaan dan lahan kosong yang menjadi tempat pembuangan sampah. Petugas terus berupaya menekan api agar tidak meluas ke permukiman warga, dengan pendekatan koordinasi antarunit dan penyebaran sumber air dari pos-pos strategis.

Dalam proses penanggulangan, tim juga menangani lima kasus kehadiran ular yang terdampak kebakaran. Hewan tersebut berhasil dievakuasi dan dilepasliarkan di habitat alaminya yang lebih aman. Kejadian ini menunjukkan dampak lanjutan dari kebakaran lahan, tidak hanya terhadap lingkungan tetapi juga terhadap kehidupan satwa liar. Petugas memastikan semua hewan yang ditemukan dalam kondisi stabil sebelum dilepaskan.

Pemkot Baubau kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah secara sembarangan, terutama di musim kemarau. Kebiasaan tersebut dinilai menjadi penyebab utama munculnya api yang sulit dikendalikan. Dengan meningkatnya risiko kebakaran, pihak dinas terkait menekankan pentingnya kesadaran lingkungan dan partisipasi aktif warga dalam menjaga keamanan kota dari ancaman api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Baubau menegaskan bahwa penanganan kebakaran lahan tetap menjadi prioritas utama. Ia menyebut kesiapan personel, peralatan, dan sistem koordinasi telah diperkuat sejak awal musim kemarau. Upaya pencegahan juga terus digalakkan melalui sosialisasi ke desa-desa dan kelurahan, serta pemasangan spanduk peringatan di area rawan.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat titik api atau kejadian mencurigakan. Dengan kolaborasi antara petugas dan warga, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir. Tujuan utama adalah menjaga kenyamanan dan keselamatan masyarakat, sekaligus melindungi ekosistem lokal dari kerusakan akibat aktivitas manusia yang tidak terkendali.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya