Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

10 Produk UMKM Pangan Tembus Jaringan AEON

Sepuluh produk pangan UMKM binaan Kemendag resmi masuk ke 19 gerai AEON Indonesia setelah melalui seleksi ketat dan penandatanganan kerja sama strategis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 11.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
10 Produk UMKM Pangan Tembus Jaringan AEON📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Perdagangan berhasil menjalin kemitraan strategis dengan AEON Indonesia, memperluas akses pasar bagi sepuluh produk pangan hasil inovasi UMKM. Produk-produk ini, yang telah lolos seleksi ketat dari 121 pelaku usaha binaan, kini siap dipasarkan di seluruh gerai ritel AEON, termasuk AEON Mall dan pasar swalayan, menandai langkah penting dalam transformasi ekonomi mikro ke skala nasional.

Proses integrasi ini dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag dan Presiden Direktur PT AEON Indonesia, disusul kontrak dagang langsung dengan masing-masing UMKM. Produk yang terpilih mencakup keripik jamur tiram, keripik tempe, bawang goreng premium, peyek, rendang kemasan, granola, brownies panggang, stik keju, kentang mustofa oven, dan kraker vegan panggang — semua telah memenuhi standar kualitas, legalitas, serta konsistensi pasokan.

Menteri Perdagangan menegaskan bahwa akses ke ritel modern seperti AEON menjadi bukti nyata bahwa UMKM Indonesia mampu bersaing secara kompetitif. Ia menyebut kerja sama ini sebagai bentuk dukungan konkret terhadap transformasi ekonomi berkelanjutan, sekaligus membuka peluang ekspansi pasar yang lebih luas, baik dalam negeri maupun global. Dukungan ini didukung oleh program terintegrasi seperti Pangan Nusa Expo dan UKM Pangan Award Goes to Ritel Modern.

Sejak 2015, AEON Indonesia telah menjalin kemitraan dengan lebih dari 100 UMKM, menghadirkan lebih dari 500 SKU produk lokal. Presiden Direktur PT AEON Indonesia menekankan pentingnya kualitas produk, harga yang kompetitif, serta pemasaran proaktif sebagai kunci keberhasilan UMKM dalam jaringan ritel. Ia menyambut baik upaya Kemendag dalam mempermudah akses, pelatihan, dan perizinan sebagai bentuk dukungan berkelanjutan.

Beberapa pelaku UMKM yang terpilih menyampaikan apresiasi atas dukungan ini. Peter Hutomo dari Arva menyebut bahwa masuknya produk ke AEON akan memperkuat eksistensi tempe sebagai produk lokal berkelas internasional. Sementara Rendang Gadih, yang telah berkolaborasi sejak 2017, menilai kemitraan ini sebagai bentuk pengakuan atas inovasi dan konsistensi dalam menghadirkan produk tradisional dengan standar modern.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya