10 Tahun Setelah Kudeta Gagal, Erdogan Kokohkan Kuasa dengan Reformasi Radikal
Peringatan 10 tahun kudeta gagal pada 15 Juli 2026 menegaskan transformasi politik Turki menuju sistem presidensial yang terpusat, diiringi pembersihan besar-besaran terhadap kritikus dan oposisi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 8x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Pada 15 Juli 2026, Turki memperingati momen kritis yang menandai kegagalan upaya kudeta militer terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan. Malam itu, tank-tank muncul di jalanan Istanbul dan Ankara, pesawat tempur terbang rendah di atas kota, serta gedung parlemen diserang. Jembatan Bosphorus, simbol utama kota, sempat diblokir oleh pasukan bersenjata. Aksi tersebut berlangsung selama beberapa jam, namun gagal menggulingkan pemerintahan yang dipimpin Erdogan. Peristiwa ini menewaskan 270 orang dan melukai lebih dari 2.000 lainnya, mencatatkan trauma kolektif bagi bangsa Turki.
Dalam situasi kritis, Erdogan melakukan siaran langsung kepada publik melalui media, mengajak warga untuk turun ke jalan demi membela negara dan konstitusi. Tindakan tersebut menjadi titik balik dalam dinamika kekuasaan, yang kemudian memperkuat posisinya sebagai pemimpin dengan otoritas eksekutif yang luas. Setelah kudeta runtuh pada 16 Juli 2016, pemerintah segera memulai operasi pembersihan besar-besaran terhadap para tokoh yang diduga terkait jaringan Fethullah Gülen, yang sebelumnya pernah menjadi mitra politik namun kemudian dituduh sebagai dalang kudeta.
Pemerintah Turki menegaskan bahwa kudeta adalah hasil dari persiapan panjang oleh FETÖ, yang dipercepat pasca-pemilu 1 November 2015. Sejak saat itu, lebih dari 100 ribu pegawai negeri, jurnalis, aktivis, dan perwira militer diberhentikan atau ditangkap. Pembebasan hak-hak sipil, termasuk kebebasan pers dan kebebasan berkumpul, mengalami pembatasan signifikan. Undang-undang keamanan nasional diperluas, memungkinkan penahanan tanpa pengadilan dan pengawasan ketat terhadap media independen serta tokoh oposisi, terutama dari kalangan pro-Kurdi.
Di sisi lain, pemerintah menyatakan tindakan tersebut sebagai langkah strategis untuk menghancurkan jaringan rahasia yang berpotensi mengancam stabilitas negara. Hari 15 Juli kini diperingati sebagai Hari Libur Nasional, sementara Jembatan Bosphorus diberi nama baru: Jembatan Martir 15 Juli, sebagai penghormatan bagi korban jiwa. Bagi pendukung Erdogan, ini adalah kemenangan rakyat atas usaha militer yang ilegal. Namun bagi kritikus, peristiwa tersebut menjadi simbol transisi dari sistem demokrasi sekuler menuju pemerintahan otoriter yang terpusat dan berbasis Islamis-nasionalis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prancis Catat Kematian Pertama Akibat Virus Shamonda pada Manusia
Prancis melaporkan kematian pertama manusia akibat infeksi virus Shamonda, yang menyerang pasien dengan imunodefisiensi berat, menjadi kasus global pertama tanpa risiko kesehatan umum saat ini.
25 Oktober 2026

Widodo AS: Pahlawan Transisi Demokrasi yang Tak Terlupakan
Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal dunia pada usia 82 tahun, meninggalkan warisan penting dalam proses reformasi lembaga negara pasca-Orde Baru.
25 Oktober 2026

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

