Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar

Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 17.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang perwira militer Amerika Serikat yang saat ini bertugas di Fort Bragg, North Carolina, kini menghadapi dakwaan serius akibat diduga menyalahgunakan akses ke informasi sensitif militer untuk keuntungan pribadi. Ia diduga menghasilkan keuntungan lebih dari US$400.000—setara sekitar Rp7,2 miliar—melalui aktivitas perdagangan di platform pasar prediksi berbasis blockchain, Polymarket, sebelum operasi militer AS berhasil menangkap pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro, pada Januari.

Dalam dakwaan federal yang dibuka pada Kamis, disebutkan bahwa tentara bernama Gannon Ken Van Dyke memasang sekitar 13 taruhan antara Desember dan Januari, termasuk prediksi seperti "Pasukan AS di Venezuela" dan "Maduro keluar", sebelum hasil operasi diumumkan. Aktivitas tersebut dilakukan berdasarkan akses informasi yang seharusnya bersifat rahasia, sehingga menimbulkan dugaan pelanggaran terhadap hukum perdagangan dalam negeri.

Jaksa Agung Amerika Serikat, Todd Blanche, menegaskan bahwa para personel militer diharapkan menjaga kerahasiaan informasi demi kelancaran operasi negara. Ia menyatakan bahwa penggunaan data sensitif untuk kepentingan finansial pribadi merupakan bentuk pelanggaran yang serius, meskipun platform seperti Polymarket menawarkan akses terbuka bagi publik. Pihak kejaksaan menekankan bahwa hukum perlindungan keamanan nasional tetap berlaku tanpa terkecuali.

Van Dyke diduga mengalihkan sebagian besar keuntungan ke brankas kripto luar negeri dan kemudian memindahkan dana ke akun broker daring baru untuk menyamarkan jejak keuangan. Ia juga diduga berupaya menyembunyikan identitasnya saat melakukan transaksi, setelah aktivitasnya mencurigakan dan mencatatkan pergerakan signifikan di pasar prediksi. Ia kini didakwa dengan tiga dakwaan pelanggaran Commodity Exchange Act, satu tuduhan penipuan melalui jaringan komunikasi, serta satu dakwaan transaksi moneter ilegal—masing-masing dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara.

Pihak Polymarket mengonfirmasi telah mengidentifikasi aktivitas mencurigakan yang diduga melibatkan informasi pemerintah dan telah melaporkannya ke Departemen Kehakiman AS. Kasus ini awalnya diproses di pengadilan federal North Carolina, namun kemudian dialihkan ke pengadilan federal Manhattan. Jaksa wilayah New York Selatan, Jay Clayton, menegaskan bahwa pasar prediksi bukan ruang untuk memanfaatkan informasi rahasia demi keuntungan pribadi. Van Dyke belum memberikan keterangan, sementara Pentagon menyerahkan respons kepada Angkatan Darat AS yang belum merespons secara publik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya