Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin Gagal Digagalkan Tim Gabungan

Tim gabungan Polri dan BNN berhasil menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin yang dikirim dari Malaysia melalui kapal MT Global 168 di perairan Sumatra Utara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin Gagal Digagalkan Tim Gabungan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Penyelundupan bahan narkotika jenis ketamin dengan volume mencapai 1,16 ton berhasil digagalkan oleh tim gabungan Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatra Utara. Kapal yang digunakan, MT Global 168, diketahui beroperasi atas nama perusahaan Malaysia, PT Makmur Merin Petroleum, yang beralamat di Menara TJB, Johor Bahru. Penyelundupan ini dilakukan secara terstruktur dengan tujuan menyebarkan narkoba ke berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam operasi tersebut, petugas menemukan 58 karung berisi ketamin HCL dengan total berat bruto 1,16 ton. Selain barang bukti narkoba, penyidik juga mengamankan alat komunikasi serta menahan delapan awak kapal, yang terdiri atas tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara Taiwan. Penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa narkoba tersebut berasal dari Malaysia dan direncanakan untuk diedarkan secara massal di Tanah Air.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan apresiasi tinggi atas kinerja tim gabungan yang berhasil menggagalkan upaya peredaran narkoba dalam skala besar. Ia menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menangani ancaman narkoba yang semakin canggih dan berdampak serius terhadap generasi muda. Menurutnya, pencegahan ini merupakan bentuk perlindungan terhadap kreativitas dan masa depan anak-anak bangsa dari degradasi akibat penyalahgunaan narkotika.

Berdasarkan estimasi, pengungkapan kasus ini diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 5,8 juta jiwa dari risiko penyalahgunaan ketamin. Dengan jumlah barang bukti yang diamankan, operasi ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memutus rantai peredaran narkoba ilegal yang mengancam stabilitas sosial dan kesehatan masyarakat. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa penegakan hukum akan terus dilakukan secara tegas dan profesional demi menjaga keutuhan negara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya