Program Satu Orang Satu Rekening Targetkan 25 Juta Penerima
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp1,28 triliun untuk membuka rekening perbankan bagi 25 juta warga usia 17 tahun ke atas yang belum memiliki rekening, dengan fokus pada kelompok miskin terdampak.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali memperkuat akses keuangan inklusif melalui program Satu Orang Satu Rekening, yang menargetkan 25 juta warga berusia 17 tahun ke atas tanpa rekening bank. Program ini dirancang khusus untuk masyarakat dari desil 1 hingga 4, berdasarkan hasil pemadanan data dari Dukcapil dan sumber lainnya. Dengan pendekatan verifikasi yang lebih ketat, jumlah penerima akhirnya direvisi dari estimasi awal hingga lebih tepat sasaran.
Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp1,28 triliun berasal dari APBN, mengalami penurunan signifikan dari rencana awal sekitar Rp3,84 triliun. Penyesuaian anggaran ini disebabkan oleh penyaringan data yang lebih akurat, sehingga memastikan dana hanya diberikan kepada penerima yang memenuhi kriteria. Proses pencocokan data dilakukan secara sistematis untuk menghindari tumpang tindih dan memastikan keberlanjutan program.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa program ini bertujuan menaikkan tingkat inklusivitas keuangan nasional hingga mendekati 99 persen. Angka ini merupakan peningkatan dari indeks inklusi keuangan yang tercatat sebesar 93,61 persen dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Dengan pembukaan rekening yang massal, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan keuangan formal, termasuk penyimpanan dana, pinjaman, dan perlindungan finansial.
Pembukaan rekening akan dilakukan melalui dua bank yang ditunjuk pemerintah, yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Setiap rekening baru akan diberi dana awal sebesar Rp50 ribu sebagai insentif awal. Langkah ini diharapkan mendorong partisipasi masyarakat dalam sistem keuangan formal, sekaligus menekan dominasi ekonomi informal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
OJK imbau masyarakat bijak manfaatkan akses pembiayaan digital dengan tetap mempertimbangkan kemampuan membayar dan pemahaman risiko yang melekat.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA: Tak Ganggu Ketersediaan
Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 juta kaki kubik harian, tetapi otoritas energi Singapura menegaskan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA Jamin Stabilitas Pasokan
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD, namun otoritas energi Singapura menegaskan pasokan tetap aman berkat cadangan dan diversifikasi sumber.
25 Oktober 2026

Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura untuk Jaga Ketersediaan Dalam Negeri
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD mulai 24 Oktober 2026 demi menjamin pasokan energi nasional, khususnya untuk sektor kelistrikan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

GR Garage Ukir Prestasi di Kejurnas ITCR 1200 dan OMR 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.13 WITA

