Prancis Catat Kematian Pertama Akibat Virus Shamonda pada Manusia
Prancis melaporkan kematian pertama manusia akibat infeksi virus Shamonda, yang menyerang pasien dengan imunodefisiensi berat, menjadi kasus global pertama tanpa risiko kesehatan umum saat ini.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Prancis mengonfirmasi kematian pertama manusia akibat infeksi virus Shamonda pada awal Oktober, menandai peristiwa langka yang belum pernah terjadi sebelumnya di dunia. Kasus ini terjadi pada individu dengan kondisi imunodefisiensi berat, di mana sistem kekebalan tubuh sangat terganggu, sehingga rentan terhadap infeksi yang biasanya tidak berbahaya bagi populasi umum. Kementerian Kesehatan dan Pertanian Prancis menyatakan bahwa virus tersebut termasuk dalam kelompok orthobunyavirus dan biasanya ditularkan melalui gigitan lalat Culicoides pada hewan ternak.
Virus Shamonda pertama kali diidentifikasi di Nigeria pada pertengahan 1960-an dan sejak itu dilaporkan dalam kasus sporadis pada sapi di wilayah Afrika Barat, Timur, Selatan, serta Jepang. Selama puluhan tahun, virus ini dianggap tidak menular ke manusia, sehingga tidak ada catatan infeksi manusia sebelum kasus terbaru ini. Kini, dengan ditemukannya kematian pertama pada manusia, otoritas kesehatan menegaskan bahwa kejadian ini sangat tidak lazim dan hanya terjadi pada individu dengan kekebalan tubuh sangat rendah.
Pemerintah Prancis mengungkapkan bahwa virus Shamonda telah terdeteksi di Eropa, khususnya pada hewan ternak di sejumlah peternakan. Sapi menjadi spesies utama yang terinfeksi, namun juga ditemukan pada ruminansia kecil seperti domba dan kambing, serta kuda, terutama pada musim panas tahun ini. Meski demikian, otoritas menegaskan bahwa virus ini saat ini tidak menimbulkan ancaman kesehatan bagi masyarakat luas.
Penyelidikan sedang berlangsung untuk memahami lebih dalam mekanisme penularan, faktor risiko, serta potensi penyebaran lebih luas. Hasil temuan akan menjadi dasar bagi kebijakan pencegahan dan pemantauan di masa depan. Pihak berwenang menekankan pentingnya pemantauan terhadap kasus langka seperti ini, terutama pada populasi rentan, untuk mencegah kemungkinan penyebaran lebih luas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Widodo AS: Pahlawan Transisi Demokrasi yang Tak Terlupakan
Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal dunia pada usia 82 tahun, meninggalkan warisan penting dalam proses reformasi lembaga negara pasca-Orde Baru.
25 Oktober 2026

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

