20.000 Aparat Siaga Hadapi Unjuk Rasa Besar di New Delhi
Lebih dari 20.000 personel kepolisian dan paramiliter disiagakan di New Delhi menyusul rencana aksi demonstrasi besar menuntut mundurnya Ketua Komisi Pemilihan Umum India atas dugaan manipulasi daftar pemilih.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah India mempersiapkan penjagaan ketat di ibu kota menjelang gelombang protes yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, dengan lebih dari 20.000 personel kepolisian dan pasukan paramiliter dikerahkan untuk mengantisipasi kerusuhan. Aksi massa ini dipicu oleh kebijakan revisi intensif daftar pemilih yang diterapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (ECI), yang menyebabkan ketegangan politik mendalam di antara partai oposisi dan pemerintah.
Revisi khusus yang dikenal sebagai Special Intensive Revision diklaim ECI sebagai upaya membersihkan data pemilih ganda dan yang tidak memenuhi syarat. Namun, kritikus menyatakan kebijakan tersebut berpotensi menghilangkan hak pilih warga secara sistematis, terutama yang berpotensi mendukung oposisi, dengan dugaan kepentingan politik mendukung Partai Bharatiya Janata (BJP) di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.
Pemimpin oposisi, Rahul Gandhi, bersama sejumlah tokoh politik lainnya, dijadwalkan bertemu dengan Presiden India, Droupadi Murmu, untuk menyampaikan keberatan terhadap kepemimpinan Gyanesh Kumar sebagai Ketua ECI. Gandhi, yang sebelumnya sempat ditahan selama beberapa hari saat mengikuti aksi protes pekan ini, menjadi simbol perlawanan terhadap kebijakan yang dianggap merugikan kebebasan demokrasi.
Pihak kepolisian telah memasang barikade kuning di sejumlah akses utama menuju Jantar Mantar, lokasi yang ditetapkan sebagai pusat aksi. Meski demikian, otoritas tidak mengeluarkan izin untuk demonstrasi di lokasi tersebut. Sejumlah kelompok aktivis, termasuk Cockroach Janta Party (CJP), tetap mengumumkan rencana pawai massa meski menghadapi pembatasan. CJP, gerakan politik satir yang muncul secara daring pada Mei, sebelumnya sukses menekan mundurnya menteri pendidikan India lewat aksi kampanye daring.
Aktivis CJP, Saurav Das, menuding aparat keamanan melakukan represi terhadap pendukung kelompoknya, termasuk penahanan terhadap sukarelawan. Ia menyebut kepolisian Delhi bertindak seperti milisi pribadi BJP. Sementara itu, ECI menegaskan bahwa proses pemutakhiran daftar pemilih berjalan sesuai aturan dan menolak tuduhan pelanggaran. Perselisihan ini kini menjadi pusat konflik politik yang menyoroti risiko pengaburan hak konstitusional warga dalam proses demokrasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prabowo Tinjau Progres 100 Kampung Nelayan di Hambalang
Presiden Prabowo Subianto meminta pembaruan realisasi pembangunan 100 Kampung Nelayan yang ditargetkan siap beroperasi akhir 2026.
9 Oktober 2026

Shubhasish Chattoraj Hentikan Jabatan Wakil Presiden Komisaris BMHS
Manajemen Bundamedik mengonfirmasi pengunduran diri Shubhasish Chattoraj dari posisi Wakil Presiden Komisaris, yang telah diterima pada 7 Oktober 2026, tanpa dampak signifikan terhadap operasional perusahaan.
9 Oktober 2026

Pemerintah Siapkan Pabrik Tepung Telur dan Daging 2027
Pemerintah berencana membangun pabrik pengolahan tepung telur dan daging pada 2027 untuk tingkatkan nilai tambah produk peternakan dan kurangi ketergantungan impor.
9 Oktober 2026

Digitalisasi Haji Dimulai dari Data Kependudukan Nasional
Pemerintah memperkuat verifikasi jemaah haji melalui integrasi data kependudukan berbasis biometrik, didukung oleh Surat Edaran Bersama tiga kementerian.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sidang Pemakzulan Wapres Filipina Fokus pada Ketidaksesuaian Pendapatan dan Kekayaan
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA

Meikarta Jadi Pilot Project Hunian Ramah Lingkungan Berbasis Energi Bersih
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA

Antrean Mobil Listrik di SPKLU Picu Kebutuhan Infrastruktur
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA

Koordinasi Lintas Kementerian Dorong Ekosistem Mobil Listrik Nasional
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

Kerusuhan di Afrika Selatan Dorong Pengungsian Massal
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

BI Tahan Suku Bunga, Dorong Masuknya Modal Asing
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.05 WITA

HSBC Dorong Transaksi Ritel Jelang Pelepasan Bisnis
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.05 WITA

Saham TRIN Anjlok Setelah Komisaris Utama Mundur
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.05 WITA

