Sidang Pemakzulan Wapres Filipina Fokus pada Ketidaksesuaian Pendapatan dan Kekayaan
Sidang pemakzulan Wakil Presiden Filipina Sara Duterte kembali berlanjut dengan pemeriksaan dokumen pajak yang menyoroti selisih antara pendapatan dan kekayaan yang dilaporkan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sidang pemakzulan Wakil Presiden Filipina Sara Duterte memasuki hari ke-36 dengan fokus pada dokumen pajak yang menunjukkan ketidaksesuaian antara pendapatan dan nilai kekayaan yang dilaporkan. Tim penuntut menghadirkan pejabat dari Badan Pendapatan Internal (BIR), Anne Loraine Garcia-Marquez, untuk memberikan kesaksian terkait catatan keuangan Sara dan suaminya, Manases Carpio. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari dakwaan Pasal II yang menyoroti dugaan akumulasi kekayaan tanpa penjelasan yang sah.
Persidangan sempat mengalami hambatan akibat perdebatan tentang keterbukaan dokumen pajak. Pengacara pembela, Kristine Ferrer, menolak penayangan dokumen asli dengan alasan perlindungan data pribadi, sementara tim penuntut menekankan pentingnya transparansi untuk menyelidiki dugaan kekayaan yang tidak terdokumentasi. Ketua sidang, Senator Francis Escudero, memutuskan untuk memperbolehkan penyajian ringkasan data, tetapi melarang penyebaran dokumen asli secara terbuka.
Garcia-Marquez menyatakan bahwa gabungan pendapatan bersih Sara dan suaminya dari 2007 hingga 2025 mencapai sekitar 85,34 juta peso Filipina. Angka ini menjadi sorotan karena dalam laporan harta tahun 2025, Sara melaporkan kekayaan bersih sebesar 98,66 juta peso. Tim penuntut menilai perbedaan tersebut perlu dievaluasi lebih mendalam, meskipun mereka menyadari bahwa selisih tersebut belum tentu menunjukkan pelanggaran hukum, mengingat aset bisa berasal dari sumber sebelumnya.
Terdapat juga pertanyaan terkait sumber pendapatan Sara selama menjabat sebagai wakil presiden, termasuk pendapatan dari praktik hukum dan kompensasi dari pemerintah kota Davao pada 2023. Tim penuntut menyoroti potensi pelanggaran konstitusi yang melarang pejabat publik menjabat posisi ganda atau menjalankan profesi lain selama menjabat. Persoalan ini masih dalam proses pemeriksaan, dan akan menjadi bagian penting dari penilaian akhir.
Sara Duterte, putri mantan Presiden Rodrigo Duterte dan mantan pasangan presiden Ferdinand Marcos Jr., telah membantah semua dakwaan. Jika terbukti bersalah, ia berisiko kehilangan jabatan dan dilarang secara permanen menjabat posisi publik. Sidang masih berlangsung, dengan rencana pemeriksaan silang terhadap saksi BIR oleh tim pembela, diikuti kemungkinan hadirnya ahli keuangan untuk menganalisis keterkaitan antara data pajak, rekening bank, dan laporan kekayaan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BI Tahan Suku Bunga, Dorong Masuknya Modal Asing
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan meski The Fed naikkan suku bunga, dan berhasil menarik aliran modal asing sebesar US$8 miliar melalui insentif biaya hedging dan kebijakan likuiditas makroprudensial.
9 Oktober 2026

HSBC Dorong Transaksi Ritel Jelang Pelepasan Bisnis
HSBC Indonesia gelar travel fair 2026 dengan target pertumbuhan transaksi 44% lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, sebelum serah terima bisnis ritel ke OCBC NISP.
9 Oktober 2026

Saham TRIN Anjlok Setelah Komisaris Utama Mundur
Saham TRIN turun 6,72% menyusul pengunduran diri Komisaris Utama Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang telah diterima perusahaan pada 7 Oktober 2026.
9 Oktober 2026

BRI Perluas Portofolio Investasi dengan Tiga Reksa Dana Baru
BRI meluncurkan tiga produk reksa dana baru bersama Eastspring Investments, menawarkan pilihan diversifikasi aset dan investasi berkelanjutan bagi nasabah.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Meikarta Jadi Pilot Project Hunian Ramah Lingkungan Berbasis Energi Bersih
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA

Antrean Mobil Listrik di SPKLU Picu Kebutuhan Infrastruktur
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA

Koordinasi Lintas Kementerian Dorong Ekosistem Mobil Listrik Nasional
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

Prabowo Tinjau Progres 100 Kampung Nelayan di Hambalang
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

20.000 Aparat Siaga Hadapi Unjuk Rasa Besar di New Delhi
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

Kerusuhan di Afrika Selatan Dorong Pengungsian Massal
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

Shubhasish Chattoraj Hentikan Jabatan Wakil Presiden Komisaris BMHS
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.05 WITA

Global Hadapi Suku Bunga Tinggi Jangka Panjang
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.05 WITA

