Pertiwi dalam Kehampaan dan Pemulihan
Film *Empat Musim Pertiwi* karya Kamila Andini menggambarkan perjalanan penyintas kekerasan seksual melalui narasi emosional yang mendalam, visual sinematik, dan struktur cerita yang puitis.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kamila Andini kembali membawa audiens ke dunia batin yang kompleks lewat *Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java)*, sebuah karya yang menyentuh tema feminisme, trauma, dan pemulihan dengan pendekatan multidimensi. Film ini bukan sekadar kisah pulang kampung, melainkan refleksi atas pengalaman yang justru membawa dingin, bukan hangat—sebagaimana perjalanan Pertiwi (Putri Marino) yang kembali ke tempat asalnya, tetapi justru diselimuti kesedihan dan rasa terlupakan.
Melalui narasi yang perlahan dan penuh atmosfer, film ini memperlihatkan bagaimana memori masa lalu tidak selalu terlukis dengan indah, melainkan menggantung seperti debu di padang pasir Bromo. Setiap adegan dirancang untuk menggambarkan kehampaan batin, dengan kamera yang mengalir seperti napas, dan suara yang membisikkan ketidakpastian. Pemilihan lokasi dan pencahayaan menjadi alat utama dalam menyampaikan kondisi psikologis Pertiwi, yang tak hanya menghadapi trauma, tetapi juga sistem patriarki yang melekat dalam struktur sosial.
Putri Marino tampil memukau dalam perannya, mampu menampilkan rentang emosi yang luas—dari ketakutan, keputusasaan, hingga keteguhan—dengan cara yang tak terlalu dramatis, tetapi justru lebih nyata dan melekat. Penampilannya menjadi tulang punggung narasi, menghidupkan karakter yang tak bisa disederhanakan menjadi pahlawan atau korban semata. Setiap gerak tubuh, tatapan mata, dan diam yang dipilih terasa dipikirkan secara mendalam, memperkuat kredibilitas karakter dalam dunia fiksi yang dibangun secara metaforis.
Karya ini juga menjadi bukti konsistensi visi kreatif Kamila Andini dalam menyampaikan isu-isu sosial melalui bentuk seni yang tidak mengedepankan penjelasan langsung, melainkan imersi emosional. Meski durasi film mencapai 2 jam 17 menit, dan proses pemahaman terhadap pesan utama memerlukan waktu, setiap detik terasa bermakna. Tim produksi, termasuk desain visual, suara, dan editing, berhasil menciptakan pengalaman menonton yang tak hanya menonton, tetapi merasakan.
Film ini bukan hanya tentang balas dendam, meski adegan tersebut hadir sebagai bagian dari narasi. Lebih dari itu, ia menjadi refleksi atas batas-batas pemulihan—bagaimana seseorang bisa tetap waras di tengah dunia yang tak peduli, dan bagaimana keindahan alam Indonesia bisa menjadi latar yang kontras dengan penderitaan manusia. Dalam setiap keheningan, ada suara yang berbisik; dalam setiap langkah di pasir, ada jejak yang tak bisa dihapus.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Empat Musim Pertiwi Siap Wakili Indonesia di Oscar 2027
Film *Empat Musim Pertiwi* resmi menjadi wakil Indonesia di ajang Piala Oscar 2027 untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik, setelah ditunjuk pada September 2026.
9 Oktober 2026

Crazy Rich Asians Siap Dilanjutkan Jadi Serial HBO Max 2027
Serial drama delapan episode berdasarkan karya Kevin Kwan resmi diproduksi mulai 2027 dengan bintang utama film asli kembali membintangi.
9 Oktober 2026

Empat Musim Pertiwi Siap Wakili Indonesia di Oscar 2027
Film karya Kamila Andini, Empat Musim Pertiwi, resmi diajukan sebagai wakil Indonesia dalam kategori Film Internasional Terbaik di ajang Piala Oscar 2027.
9 Oktober 2026

RoboCop 2014 Tayang Malam Ini di Bioskop Trans TV
Film RoboCop (2014) tayang malam ini pukul 20.00 WIB di Bioskop Trans TV, menggambarkan perjuangan detektif yang diselamatkan sebagai cyborg untuk melawan kriminalitas.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sidang Pemakzulan Wapres Filipina Fokus pada Ketidaksesuaian Pendapatan dan Kekayaan
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA

Meikarta Jadi Pilot Project Hunian Ramah Lingkungan Berbasis Energi Bersih
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA

Antrean Mobil Listrik di SPKLU Picu Kebutuhan Infrastruktur
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA

Koordinasi Lintas Kementerian Dorong Ekosistem Mobil Listrik Nasional
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

Prabowo Tinjau Progres 100 Kampung Nelayan di Hambalang
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

20.000 Aparat Siaga Hadapi Unjuk Rasa Besar di New Delhi
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

Kerusuhan di Afrika Selatan Dorong Pengungsian Massal
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

BI Tahan Suku Bunga, Dorong Masuknya Modal Asing
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.05 WITA

