Kerusuhan di Afrika Selatan Dorong Pengungsian Massal
Bentrokan berdarah melanda Johannesburg dan Durban akibat gelombang kekerasan terhadap warga asing, menyusul putusan pengadilan yang mengharuskan pemrosesan ulang permohonan suaka.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kerusuhan besar melanda wilayah Soweto dan Durban, Afrika Selatan, pada Kamis (8/10/2026), menandai kembali meletusnya sentimen xenofobia yang telah menghantui negara itu selama puluhan tahun. Aksi kekerasan yang melibatkan massa terhadap warga asing menyebabkan belasan kendaraan dibakar dan ratusan toko milik migran dirusak. Kekerasan ini bermula dari protes yang dipicu oleh keputusan pengadilan yang menyatakan sejumlah ketentuan undang-undang imigrasi tidak sesuai konstitusi, sehingga memicu kembali ketegangan sosial yang sudah mengendap.
Dalam insiden di Durban, polisi melaporkan bahwa dugaan penyerangan seorang warga asing terhadap demonstran menjadi pemicu utama gelombang kekerasan. Sebanyak 14 kendaraan dilaporkan dibakar, sementara satu gedung perkantoran milik pemerintah kota juga terbakar. Di Soweto, setidaknya 10 mobil hangus terbakar, meskipun tidak ada korban jiwa dilaporkan. Toko-toko kecil milik imigran, yang sering menjadi sasaran dalam kerusuhan sebelumnya, kembali menjadi korban penjarahan massal oleh kelompok yang diduga terorganisir.
Kepolisian nasional menegaskan tindakan tegas terhadap pelaku kekerasan. Letnan Jenderal Puleng Dimpane, selaku Plt Komisaris Nasional Kepolisian, menegaskan bahwa hak untuk protes tidak bisa menjadi pembenaran atas tindakan kriminal. Ia menyatakan pihaknya sedang memburu para pelaku dan memastikan penegakan hukum akan diterapkan secara tegas. Polisi juga melaporkan telah menangkap tiga warga asing terkait insiden tersebut, sementara beberapa orang lainnya masih dalam pencarian.
Putusan pengadilan yang memicu krisis ini menyatakan bahwa aturan yang menghambat proses suaka bagi pendatang ilegal tidak sesuai konstitusi. Namun pemerintah menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak otomatis memberikan status pengungsi atau tempat tinggal permanen. Pemerintah menekankan bahwa kebijakan pengetatan imigrasi yang diperkenalkan sejak Juni tetap berlaku, termasuk peningkatan pengawasan perbatasan, penindakan terhadap jaringan penyelundupan manusia, dan percepatan deportasi.
Kekerasan ini muncul di tengah ketegangan politik menjelang pemilihan umum daerah pada 4 November, dengan tingkat pengangguran yang melampaui 30% menjadi isu sentral. Gelombang protes anti-imigran yang dipimpin kelompok populis sebelumnya telah memaksa puluhan ribu orang melarikan diri dari negara tersebut, sebagian besar berasal dari Zimbabwe dan Malawi, disusul warga dari Ghana, Kenya, Lesotho, Mozambik, Nigeria, dan Uganda. Beberapa negara telah mengungkapkan kekecewaan atas dampak diplomasi dari insiden tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

AS Siarkan Langsung Eksekusi Mati Mantan Prajurit Pengkhianat
Amerika Serikat akan menyiarkan secara langsung eksekusi mati terhadap Nidal Hasan, mantan tentara yang membunuh 13 orang di Fort Hood pada 2009, sebagai bagian dari kebijakan hukuman publik.
9 Oktober 2026

Pria Ditangkap di Miami Karena Selundupkan 10 Burung Hidup dalam Celana Dalam
Seorang warga Kuba yang tinggal secara sah di AS ditangkap di Bandara Miami karena menyelundupkan 10 burung hidup tersembunyi di dalam pakaian dalamnya.
9 Oktober 2026

Napi Perempuan Selamat dari Eksekusi Mati Dua Kali di Tennessee
Seorang narapidana perempuan di Tennessee, Christa Pike, bertahan hidup setelah dua suntikan mematikan gagal menghentikan jantungnya dalam proses eksekusi yang berlangsung pada 30 September.
9 Oktober 2026

Agen Imigrasi Tembak Warga di New York, Ada Anak di Mobil
Seorang warga terluka akibat tembakan agen Imigrasi AS di New York, saat petugas mengepung mobil yang diklaim sebagai target imigran ilegal dengan catatan kriminal.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sidang Pemakzulan Wapres Filipina Fokus pada Ketidaksesuaian Pendapatan dan Kekayaan
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA

Meikarta Jadi Pilot Project Hunian Ramah Lingkungan Berbasis Energi Bersih
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA

Antrean Mobil Listrik di SPKLU Picu Kebutuhan Infrastruktur
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA

Koordinasi Lintas Kementerian Dorong Ekosistem Mobil Listrik Nasional
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

Prabowo Tinjau Progres 100 Kampung Nelayan di Hambalang
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

20.000 Aparat Siaga Hadapi Unjuk Rasa Besar di New Delhi
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

BI Tahan Suku Bunga, Dorong Masuknya Modal Asing
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.05 WITA

HSBC Dorong Transaksi Ritel Jelang Pelepasan Bisnis
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.05 WITA

