Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BI Siap Intervensi Agresif Jaga Stabilitas Rupiah

Gubernur BI Destry Damayanti siap lakukan intervensi tegas jika tekanan global terus membebani rupiah, meski kondisi domestik sudah lebih terkendali.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BI Siap Intervensi Agresif Jaga Stabilitas Rupiah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Indonesia menegaskan kesiapan mengambil langkah intervensi lebih agresif untuk menopang nilai tukar rupiah, jika situasi pasar keuangan global tetap memburuk dan berdampak signifikan terhadap stabilitas mata uang nasional. Pernyataan ini disampaikan oleh Gubernur BI Destry Damayanti dalam kesempatan diskusi terkait kebijakan moneter, yang menyoroti dominasi faktor eksternal sebagai penyebab utama gejolak di pasar valuta asing.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah yang belum mereda menjadi salah satu pemicu potensi kenaikan harga minyak dunia, yang berimplikasi pada penguatan dolar AS. Jika hal tersebut terjadi, rupiah berpotensi mengalami tekanan lebih besar, sehingga BI siap mengambil tindakan tegas untuk menstabilkan kurs. Keputusan intervensi ini akan diambil berdasarkan analisis mendalam terhadap perkembangan ekonomi global dan dinamika pasar keuangan domestik.

Di sisi lain, kondisi ekonomi dalam negeri dinilai telah menunjukkan perbaikan signifikan. Neraca perdagangan mencatat surplus hingga US$ 3,3 miliar, sebuah lonjakan yang mencerminkan peningkatan ekspor komoditas yang didorong oleh kenaikan harga global. Angka ini, menurut Destry, merupakan hasil dari ekspektasi yang telah diproyeksikan sebelumnya, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan terhadap kesehatan ekonomi dalam negeri.

BI juga memantau pergerakan mata uang negara-negara dengan karakteristik ekonomi serupa, seperti peso Filipina dan baht Thailand, sebagai bahan evaluasi terhadap kinerja rupiah secara regional. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa kebijakan moneter tidak hanya responsif terhadap tekanan global, tetapi juga mempertimbangkan posisi relatif rupiah dibandingkan mata uang lain dalam lingkup yang sama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya