HSBC Dorong Transaksi Ritel Jelang Pelepasan Bisnis
HSBC Indonesia gelar travel fair 2026 dengan target pertumbuhan transaksi 44% lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, sebelum serah terima bisnis ritel ke OCBC NISP.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 23.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Bank HSBC Indonesia memperkuat kehadirannya di segmen nasabah premium melalui penyelenggaraan HSBC-ANA Travel Fair 2026 pada bulan Oktober, yang digelar secara serentak di Central Park Mall dan Plaza Indonesia. Acara ini menjadi salah satu aksi strategis terakhir sebelum rencana transisi bisnis ritel ke PT Bank OCBC NISP Tbk. yang direncanakan tuntas pada semester pertama 2027. Meski proses penjualan sedang berjalan, bank tetap menunjukkan komitmen terhadap pelayanan nasabah melalui berbagai promo menarik.
Target pertumbuhan transaksi yang dipasang untuk gelaran ini mencapai kenaikan 44% secara year on year, menunjukkan optimisme terhadap respons pasar. Fokus utama tetap ditempatkan pada segmen affluent dan emerging affluent, yang menjadi basis utama layanan HSBC di Indonesia. Kegiatan promosi menawarkan paket perjalanan, akomodasi, dan atraksi dengan skema beli satu dapat dua, diskon cashback, flash sale, serta cicilan tanpa bunga, sebagai bentuk nilai tambah yang tetap dipertahankan meski ada perubahan kepemilikan.
Fransisca Arnan, Head of Marketing & Customer, IWPB, HSBC Indonesia, menegaskan bahwa pengalihan bisnis tidak mengurangi kualitas layanan. Ia menekankan bahwa momen transisi justru menjadi kesempatan untuk memastikan kelancaran peralihan, termasuk menjaga konsistensi nilai-nilai yang telah dikenal oleh nasabah, seperti akses eksklusif dan layanan personal. “Kami tetap fokus pada nasabah, bagaimana memenuhi kebutuhan mereka secara optimal hingga proses transisi selesai,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Pembelian aset dan liabilitas ritel serta wealth management oleh OCBC NISP mencakup portofolio dengan nilai aset kelolaan (AUM) sebesar Rp89,8 triliun, terdiri dari simpanan nasabah Rp31,6 triliun, investasi dalam reksa dana dan obligasi sebesar Rp58,2 triliun, serta asuransi dan kredit konsumen sebesar Rp3,6 triliun. Total nasabah yang dilayani sebelum transisi mencapai 336.000 orang, dengan jaringan 262 cabang. Penyerapan tenaga kerja dari HSBC Indonesia ke OCBC NISP diperkirakan mencapai sekitar 1.300 orang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Sidang Pemakzulan Wapres Filipina Fokus pada Ketidaksesuaian Pendapatan dan Kekayaan
Sidang pemakzulan Wakil Presiden Filipina Sara Duterte kembali berlanjut dengan pemeriksaan dokumen pajak yang menyoroti selisih antara pendapatan dan kekayaan yang dilaporkan.
9 Oktober 2026

BI Tahan Suku Bunga, Dorong Masuknya Modal Asing
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan meski The Fed naikkan suku bunga, dan berhasil menarik aliran modal asing sebesar US$8 miliar melalui insentif biaya hedging dan kebijakan likuiditas makroprudensial.
9 Oktober 2026

Saham TRIN Anjlok Setelah Komisaris Utama Mundur
Saham TRIN turun 6,72% menyusul pengunduran diri Komisaris Utama Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang telah diterima perusahaan pada 7 Oktober 2026.
9 Oktober 2026

BRI Perluas Portofolio Investasi dengan Tiga Reksa Dana Baru
BRI meluncurkan tiga produk reksa dana baru bersama Eastspring Investments, menawarkan pilihan diversifikasi aset dan investasi berkelanjutan bagi nasabah.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Meikarta Jadi Pilot Project Hunian Ramah Lingkungan Berbasis Energi Bersih
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA

Antrean Mobil Listrik di SPKLU Picu Kebutuhan Infrastruktur
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA

Koordinasi Lintas Kementerian Dorong Ekosistem Mobil Listrik Nasional
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

Prabowo Tinjau Progres 100 Kampung Nelayan di Hambalang
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

20.000 Aparat Siaga Hadapi Unjuk Rasa Besar di New Delhi
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

Kerusuhan di Afrika Selatan Dorong Pengungsian Massal
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

Shubhasish Chattoraj Hentikan Jabatan Wakil Presiden Komisaris BMHS
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.05 WITA

Global Hadapi Suku Bunga Tinggi Jangka Panjang
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.05 WITA

