BRI Perluas Portofolio Investasi dengan Tiga Reksa Dana Baru
BRI meluncurkan tiga produk reksa dana baru bersama Eastspring Investments, menawarkan pilihan diversifikasi aset dan investasi berkelanjutan bagi nasabah.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 23.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk secara resmi memperkenalkan tiga produk reksa dana terbaru melalui kerja sama strategis dengan Eastspring Investments Indonesia, pada 8 Oktober 2026. Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya BRI Wealth Management memperkaya layanan pengelolaan kekayaan demi mendukung tujuan keuangan nasabah dengan beragam profil risiko dan preferensi investasi. Produk yang diluncurkan memiliki investasi awal minimum Rp100.000 dan dapat dibeli dalam kelipatan seratus ribu rupiah, menunjukkan komitmen untuk menjadikan investasi lebih inklusif.
Dua di antaranya merupakan reksa dana pendapatan tetap dengan risiko menengah, yaitu Eastspring IDR Fixed Income Fund Kelas A dan Eastspring Investments IDR High Grade Kelas A. Keduanya berfokus pada instrumen utang pemerintah dan korporasi Indonesia, termasuk surat berharga pasar uang domestik. Produk pertama telah beroperasi sejak Maret 2015 dan mencatatkan dana kelolaan sebesar Rp5,53 triliun hingga Agustus 2026, dengan kinerja kumulatif mencapai 86,02% sejak peluncuran. Sedangkan yang kedua, yang mulai beroperasi sejak Januari 2013, menawarkan distribusi dividen bulanan dengan target PHI sekitar 6,5% per tahun hingga Januari 2027, dengan alokasi hingga 11% pada obligasi korporasi berkualitas tinggi.
Produk ketiga, Eastspring IDX ESG Leader Plus Kelas A, merupakan reksa dana indeks saham berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), berprofil risiko tinggi dan ditujukan bagi investor berpengalaman dengan jangka waktu investasi minimal lima tahun. Produk ini mengacu pada kinerja Indeks IDX ESG Leaders dan hadir sebagai jawaban atas meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi yang berkelanjutan. Keberadaannya menunjukkan komitmen BRI dalam menyediakan solusi yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan ekonomi dan lingkungan.
Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto menegaskan bahwa perkembangan kebutuhan nasabah menjadi pendorong utama inovasi produk. Ia menyebut kolaborasi dengan Eastspring Investments memperkuat kapasitas BRI dalam menyediakan portofolio yang komprehensif, mampu menyesuaikan dengan kondisi pasar dan kebutuhan jangka panjang nasabah. Menurutnya, diversifikasi aset dan pendekatan berbasis keberlanjutan kini menjadi kunci dalam membangun portofolio yang tahan terhadap volatilitas pasar.
Sulystari Rizal, Presiden Direktur Eastspring Indonesia, menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk investasi berkualitas. Ia menekankan pentingnya literasi keuangan dan inklusi pasar modal dalam membangun masa depan keuangan yang lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan hadirnya tiga reksa dana baru ini, BRI dan Eastspring berkomitmen untuk memperkuat ekosistem investasi yang berkelanjutan, profesional, dan terjangkau.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Sidang Pemakzulan Wapres Filipina Fokus pada Ketidaksesuaian Pendapatan dan Kekayaan
Sidang pemakzulan Wakil Presiden Filipina Sara Duterte kembali berlanjut dengan pemeriksaan dokumen pajak yang menyoroti selisih antara pendapatan dan kekayaan yang dilaporkan.
9 Oktober 2026

BI Tahan Suku Bunga, Dorong Masuknya Modal Asing
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan meski The Fed naikkan suku bunga, dan berhasil menarik aliran modal asing sebesar US$8 miliar melalui insentif biaya hedging dan kebijakan likuiditas makroprudensial.
9 Oktober 2026

HSBC Dorong Transaksi Ritel Jelang Pelepasan Bisnis
HSBC Indonesia gelar travel fair 2026 dengan target pertumbuhan transaksi 44% lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, sebelum serah terima bisnis ritel ke OCBC NISP.
9 Oktober 2026

Saham TRIN Anjlok Setelah Komisaris Utama Mundur
Saham TRIN turun 6,72% menyusul pengunduran diri Komisaris Utama Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang telah diterima perusahaan pada 7 Oktober 2026.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Meikarta Jadi Pilot Project Hunian Ramah Lingkungan Berbasis Energi Bersih
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA

Antrean Mobil Listrik di SPKLU Picu Kebutuhan Infrastruktur
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA

Koordinasi Lintas Kementerian Dorong Ekosistem Mobil Listrik Nasional
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

Prabowo Tinjau Progres 100 Kampung Nelayan di Hambalang
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

20.000 Aparat Siaga Hadapi Unjuk Rasa Besar di New Delhi
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

Kerusuhan di Afrika Selatan Dorong Pengungsian Massal
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

Shubhasish Chattoraj Hentikan Jabatan Wakil Presiden Komisaris BMHS
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.05 WITA

Global Hadapi Suku Bunga Tinggi Jangka Panjang
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.05 WITA

