Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asuransi dan Dana Pensiun Pemegang 27% Surat Utang Negara

Investor institusi domestik, khususnya asuransi dan dana pensiun, menunjukkan kontribusi signifikan dengan membeli SBN neto senilai Rp137,4 triliun hingga September 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Asuransi dan Dana Pensiun Pemegang 27% Surat Utang Negara📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pembelian Surat Berharga Negara (SBN) oleh sektor asuransi dan dana pensiun mencatatkan kontribusi dominan terhadap pembiayaan utang negara hingga akhir September 2026. Dengan nilai pembelian neto mencapai Rp137,4 triliun, mereka menempati posisi 27,62% dari total realisasi SBN neto sebesar Rp497,5 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 10,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan konsistensi dan kepercayaan tinggi terhadap instrumen keuangan negara dari kalangan investor institusi domestik.

Realisasi pembiayaan utang negara hingga September 2026 berjalan sesuai target, dengan utang neto terrealisasi sebesar Rp494,3 triliun, atau setara 59,4% dari target tahunan. Komposisi realisasi terdiri dari SBN neto sebesar Rp497,5 triliun dan pinjaman neto negatif sebesar Rp3,2 triliun, mencerminkan efisiensi dalam pengelolaan sumber pembiayaan. Strategi pembiayaan tahun ini difokuskan pada pencapaian kebutuhan APBN 2026 dengan biaya pembiayaan yang rendah dan pengelolaan risiko yang terkendali, sekaligus menjaga optimalisasi portofolio utang secara keseluruhan.

Kinerja lelang SBN tetap terjaga dengan rasio permintaan terhadap penawaran (bid to cover ratio) yang stabil. Untuk SUN, rasio tersebut mencapai 1,87 kali, sedangkan untuk SBSN mencapai 2,52 kali. Di sisi lain, partisipasi investor asing dalam lelang juga berada pada level yang baik, dengan rasio masing-masing 1,9 kali untuk SUN dan 3,1 kali untuk SBSN, menunjukkan minat yang kuat terhadap instrumen keuangan Indonesia dari pasar global.

Partisipasi asing tidak hanya terjadi di pasar primer, tetapi juga aktif di pasar sekunder, mendorong aliran modal masuk sebesar Rp36,7 triliun hingga 7 Oktober 2026. Di sisi lain, penerbitan SBN ritel juga menunjukkan performa menggembirakan, dengan total penerbitan mencapai Rp124,32 triliun. Rinciannya, dua seri SUN terjual sebesar Rp54,44 triliun dan tiga seri SBSN mencapai Rp69,88 triliun, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis negara.

Penerbitan SBN valas juga berjalan lancar dengan enam transaksi dalam empat mata uang utama—dolar AS, euro, yen Jepang, dan remimbi China—dengan total nilai ekuivalen mencapai US$14,76 miliar. Permintaan yang kuat tercermin dari rasio bid to cover sebesar 2,4 kali, menunjukkan kepercayaan global terhadap stabilitas dan daya tarik instrumen utang Indonesia dalam valuta asing.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya