Saham TRIN Anjlok Setelah Komisaris Utama Mundur
Saham TRIN turun 6,72% menyusul pengunduran diri Komisaris Utama Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang telah diterima perusahaan pada 7 Oktober 2026.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 23.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Harga saham PT Perintis Triniti Properti Tbk. (TRIN) mengalami penurunan signifikan sebesar 6,72% atau 16 poin, menembus level Rp222 per saham pada pukul 14.22 WIB, setelah pengumuman pengunduran diri Komisaris Utama Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo. Pergerakan ini terjadi setelah saham sempat berada di posisi Rp240 pada pembukaan perdagangan dan mencapai puncak Rp248 sebelum kembali melemah hingga menyentuh titik terendah Rp214. Penurunan tersebut mencerminkan respons pasar terhadap perubahan kepemimpinan di level komisaris utama.
Perusahaan telah menerima surat pengunduran diri Rahayu pada 7 Oktober 2026, sebagaimana disampaikan dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia. Keputusan resmi mengenai penggantian jabatan tersebut akan ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang akan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar perseroan. Hingga keputusan final dikeluarkan, Rahayu tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara penuh.
Meski tidak lagi menjabat, Rahayu tetap menjadi pemegang saham TRIN, baik secara langsung maupun tidak langsung. Perusahaan menegaskan bahwa kehadirannya sebagai pemegang saham tidak terputus, dan ia tetap memberikan dukungan terhadap kelancaran transisi sesuai prosedur korporasi. Pengunduran diri ini juga tidak memengaruhi arah strategis perusahaan, termasuk visi yang dibawa sejak kehadirannya.
Visi tersebut mencakup peningkatan kualitas pengembangan properti berkelanjutan, penguatan perspektif perempuan dalam industri properti, serta penekanan pada desain yang unggul dan ramah lingkungan. Manajemen menegaskan bahwa perubahan kepemimpinan tidak berdampak secara material terhadap operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan saat ini.
Keterbukaan informasi mengenai hasil RUPSLB akan disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan publik paling lambat dua hari kerja setelah rapat dilangsungkan. Sebagai bentuk apresiasi, manajemen menyampaikan terima kasih atas kontribusi besar yang telah diberikan Rahayu selama menjabat, yang dianggap menjadi fondasi penting dalam perkembangan perusahaan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Sidang Pemakzulan Wapres Filipina Fokus pada Ketidaksesuaian Pendapatan dan Kekayaan
Sidang pemakzulan Wakil Presiden Filipina Sara Duterte kembali berlanjut dengan pemeriksaan dokumen pajak yang menyoroti selisih antara pendapatan dan kekayaan yang dilaporkan.
9 Oktober 2026

BI Tahan Suku Bunga, Dorong Masuknya Modal Asing
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan meski The Fed naikkan suku bunga, dan berhasil menarik aliran modal asing sebesar US$8 miliar melalui insentif biaya hedging dan kebijakan likuiditas makroprudensial.
9 Oktober 2026

HSBC Dorong Transaksi Ritel Jelang Pelepasan Bisnis
HSBC Indonesia gelar travel fair 2026 dengan target pertumbuhan transaksi 44% lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, sebelum serah terima bisnis ritel ke OCBC NISP.
9 Oktober 2026

BRI Perluas Portofolio Investasi dengan Tiga Reksa Dana Baru
BRI meluncurkan tiga produk reksa dana baru bersama Eastspring Investments, menawarkan pilihan diversifikasi aset dan investasi berkelanjutan bagi nasabah.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Meikarta Jadi Pilot Project Hunian Ramah Lingkungan Berbasis Energi Bersih
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA

Antrean Mobil Listrik di SPKLU Picu Kebutuhan Infrastruktur
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA

Koordinasi Lintas Kementerian Dorong Ekosistem Mobil Listrik Nasional
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

Prabowo Tinjau Progres 100 Kampung Nelayan di Hambalang
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

20.000 Aparat Siaga Hadapi Unjuk Rasa Besar di New Delhi
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

Kerusuhan di Afrika Selatan Dorong Pengungsian Massal
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

Shubhasish Chattoraj Hentikan Jabatan Wakil Presiden Komisaris BMHS
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.05 WITA

Global Hadapi Suku Bunga Tinggi Jangka Panjang
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.05 WITA

