Waspadai Gejala Jantung Saat Olahraga, Bukan Hanya Angka Denyut
Denyut jantung tinggi saat olahraga perlu diwaspadai jika disertai nyeri dada, sesak napas, pusing, atau keringat dingin, meski angka di perangkat pemantau masih dalam batas normal.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kenaikan denyut jantung saat berolahraga adalah hal wajar, namun tidak semua peningkatan bisa dianggap aman. Dokter spesialis jantung menekankan bahwa angka denyut jantung bukan satu-satunya indikator kesehatan jantung, terutama ketika muncul gejala fisik yang mencurigakan. Faktor seperti usia, kondisi kesehatan, jenis olahraga, serta penggunaan obat harus dipertimbangkan dalam menilai risiko.
Ketika denyut jantung tiba-tiba melonjak jauh di atas biasanya meski aktivitas tetap pada intensitas yang sama, hal ini patut menjadi peringatan. Begitu pula jika jantung terasa berdebar tidak teratur atau tetap cepat bahkan setelah berhenti berolahraga dan beristirahat. Gejala-gejala tersebut bukan sekadar kelelahan, melainkan sinyal tubuh yang mungkin mengindikasikan gangguan kardiovaskular.
Beberapa tanda bahaya yang harus segera ditangani antara lain nyeri dada atau sensasi tertekan di dada, sesak napas yang tidak sesuai dengan tingkat aktivitas, pusing hingga pingsan, jantung berdebar disertai rasa lemas, serta keringat dingin yang muncul tanpa alasan jelas. Jika gejala-gejala ini muncul, olahraga harus segera dihentikan, dan segera dicari pertolongan medis.
Perangkat pemantau kebugaran seperti smartwatch memang membantu melacak denyut jantung, tetapi tidak boleh menjadi satu-satunya acuan. Angka maksimal berdasarkan rumus usia hanya bersifat perkiraan dan tidak menjamin keamanan bagi setiap individu. Bahkan, seseorang bisa berada di bawah angka maksimal namun tetap mengalami gejala berbahaya jika memiliki riwayat penyakit jantung.
Oleh karena itu, pendekatan yang lebih bijak adalah memperhatikan respons tubuh secara utuh. Jika ada perubahan yang tidak biasa, seperti detak jantung yang terasa aneh atau muncul gejala fisik yang tidak lazim, aktivitas harus dihentikan tanpa menunggu angka di perangkat menunjukkan batas berbahaya. Kesehatan jantung bukan hanya soal angka, tetapi juga persepsi dan kesadaran terhadap kondisi tubuh.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

5 Tanda Cedera Anak yang Harus Segera ke IGD
Orang tua perlu waspada terhadap lima tanda cedera olahraga pada anak yang memerlukan penanganan segera di instalasi gawat darurat.
9 Oktober 2026

Lima Tempat Gokart Seru di Jakarta untuk Rasakan Sensasi Balap
Lima lokasi gokart di Jakarta menawarkan pengalaman balapan menantang dengan lintasan berbeda dan kategori tingkat kesulitan yang disesuaikan.
9 Oktober 2026

Pertamina MotoGP 2026 Dorong Peluang Kerja Lokal di Lombok
Gelaran Pertamina MotoGP 2026 di Mandalika membuka lapangan kerja musiman bagi warga Lombok, menopang ekonomi dan memberi pengalaman profesional bagi generasi muda.
9 Oktober 2026
473 Atlet Renang Bertarung di Kejuaraan Antar Klub Sultra
Kejuaraan renang antar klub di Sulawesi Tenggara diikuti 473 perenang dari berbagai daerah, menjadi ajang seleksi untuk Porprov 2026.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

A7X Siap Guncang Jakarta dengan Konser Spektakuler
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.30 WITA

Wristband Konser A7X di JIS Harus Dipertukarkan Sebelum Hari H
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.29 WITA

AS Siarkan Langsung Eksekusi Mati Mantan Prajurit Pengkhianat
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.18 WITA

Pria Ditangkap di Miami Karena Selundupkan 10 Burung Hidup dalam Celana Dalam
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.17 WITA

Napi Perempuan Selamat dari Eksekusi Mati Dua Kali di Tennessee
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.17 WITA

Agen Imigrasi Tembak Warga di New York, Ada Anak di Mobil
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.16 WITA

Rupiah Menguat ke Rp17.899 di Akhir Pekan
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.15 WITA

Honda Perkenalkan Sistem Hybrid Baru dengan Nama Seragam Global
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.15 WITA

