Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

51 Orangutan Diselamatkan dari Karhutla di Kalimantan Barat

Tim konservasi berhasil mengevakuasi 51 ekor orangutan dari wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat dalam periode Agustus hingga Oktober.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 92x dibuka
51 Orangutan Diselamatkan dari Karhutla di Kalimantan Barat📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebanyak 51 ekor orangutan berhasil dievakuasi dari habitat yang terbakar di berbagai lokasi di Kalimantan Barat dalam rentang waktu dari 6 Agustus hingga 19 Oktober. Proses penyelamatan dilakukan oleh tim konservasi lokal bekerja sama dengan organisasi nirlaba YIARI, dengan pendekatan yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan satwa. Setiap individu dievaluasi secara medis setelah proses pembius dan transportasi ke pusat rehabilitasi untuk memastikan kondisi fisik dan psikologisnya stabil.

Data terbaru dari Kementerian Kehutanan Indonesia menunjukkan bahwa jumlah orangutan yang berhasil diselamatkan di wilayah Kalimantan mencapai 96 ekor sejak beberapa bulan terakhir. Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang terkait angka tersebut, laporan dari sumber independen mendukung temuan ini sebagai bagian dari upaya konservasi yang meningkat di tengah krisis lingkungan yang melanda wilayah tersebut.

Pada 17 Oktober, tiga lembaga konservasi melaporkan keberhasilan menyelamatkan seekor orangutan jantan berusia 20 tahun dari Desa Hampangen, Kalimantan Tengah. Evakuasi dilakukan secara hati-hati dengan pendekatan medis yang ketat, termasuk pemeriksaan kesehatan segera setelah satwa dibius. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perlindungan spesies yang terancam punah di tengah ancaman kebakaran hutan yang terus berulang.

Kebakaran hutan dan lahan yang telah berlangsung berbulan-bulan menciptakan dampak luas, termasuk peningkatan polusi udara, penutupan sekolah, serta lonjakan kasus gangguan pernapasan pada manusia dan fauna. Pada 18 Oktober, tingkat polusi di sejumlah wilayah Asia Tenggara bagian selatan kembali berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, dengan kabut asap beracun menyelimuti banyak kota. Menurut pemantau kualitas udara dari IQAir, Singapura dan Kuala Lumpur termasuk dalam lima kota terpolusi terparah di dunia akibat kebakaran di Kalimantan dan Sumatra yang diperparah oleh kondisi cuaca El Niño.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya