51 Orangutan Diselamatkan dari Karhutla di Kalimantan Barat
Tim konservasi berhasil mengevakuasi 51 ekor orangutan dari wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat dalam periode Agustus hingga Oktober.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 92x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sebanyak 51 ekor orangutan berhasil dievakuasi dari habitat yang terbakar di berbagai lokasi di Kalimantan Barat dalam rentang waktu dari 6 Agustus hingga 19 Oktober. Proses penyelamatan dilakukan oleh tim konservasi lokal bekerja sama dengan organisasi nirlaba YIARI, dengan pendekatan yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan satwa. Setiap individu dievaluasi secara medis setelah proses pembius dan transportasi ke pusat rehabilitasi untuk memastikan kondisi fisik dan psikologisnya stabil.
Data terbaru dari Kementerian Kehutanan Indonesia menunjukkan bahwa jumlah orangutan yang berhasil diselamatkan di wilayah Kalimantan mencapai 96 ekor sejak beberapa bulan terakhir. Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang terkait angka tersebut, laporan dari sumber independen mendukung temuan ini sebagai bagian dari upaya konservasi yang meningkat di tengah krisis lingkungan yang melanda wilayah tersebut.
Pada 17 Oktober, tiga lembaga konservasi melaporkan keberhasilan menyelamatkan seekor orangutan jantan berusia 20 tahun dari Desa Hampangen, Kalimantan Tengah. Evakuasi dilakukan secara hati-hati dengan pendekatan medis yang ketat, termasuk pemeriksaan kesehatan segera setelah satwa dibius. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perlindungan spesies yang terancam punah di tengah ancaman kebakaran hutan yang terus berulang.
Kebakaran hutan dan lahan yang telah berlangsung berbulan-bulan menciptakan dampak luas, termasuk peningkatan polusi udara, penutupan sekolah, serta lonjakan kasus gangguan pernapasan pada manusia dan fauna. Pada 18 Oktober, tingkat polusi di sejumlah wilayah Asia Tenggara bagian selatan kembali berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, dengan kabut asap beracun menyelimuti banyak kota. Menurut pemantau kualitas udara dari IQAir, Singapura dan Kuala Lumpur termasuk dalam lima kota terpolusi terparah di dunia akibat kebakaran di Kalimantan dan Sumatra yang diperparah oleh kondisi cuaca El Niño.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gaya Kepemimpinan Luthfi Dapat Pujian Akademisi
Akademisi menilai kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi humanis, kolaboratif, dan berbasis solusi, dengan keterlibatan perguruan tinggi dalam perumusan kebijakan daerah.
24 Oktober 2026

Ancol Tantang Rekor MURI Lewat Estafet Renang 24 Jam dan Bendera Merah Putih 360 Meter
Atlantis Water Adventure Ancol gelar dua aksi pemecahan rekor MURI dalam perayaan Hari Renang Sedunia, melibatkan estafet renang nonstop dan pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 360 meter.
24 Oktober 2026

Bedah Rumah di Kampung Ambon Dorong Pemulihan Secara Komprehensif
Program bedah rumah di Kampung Ambon menjadi strategi integratif untuk menekan peredaran narkoba melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat.
24 Oktober 2026

Dua Wakil Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters 2026
Mutiara Ayu Puspitasari dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi tersingkir dari semifinal Indonesia Masters 2026 setelah kalah dari lawan dari Hong Kong dan China.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

