550 WNI Ditahan di Kamboja Usai Operasi Anti-Penipuan Online
Sebanyak 550 WNI ditahan di Kamboja setelah terjaring operasi besar-besaran pemberantasan penipuan dan judi daring di wilayah Poipet, dengan KBRI Phnom Penh segera memberikan bantuan kekonsuleran.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 21.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sebanyak 550 warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan di Detensi Sementara Kong Va, Kota Serei Saophoan, Provinsi Banteay Meanchey, Kamboja, kini mendapatkan perhatian langsung dari KBRI Phnom Penh. Kunjungan tim konsuler dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan, keamanan, dan hak dasar para WNI yang terjaring dalam operasi penegakan hukum oleh otoritas setempat pada 4 Oktober 2026. Lokasi penggerebekan berada di Gedung One Avenue, Desa Samaki Meanchey, Komune O'Chrov, Kota Poipet, yang diduga menjadi pusat aktivitas ilegal berbasis daring.
Operasi ini mencatat rekor terbesar dalam sejarah penangkapan WNI di Kamboja dalam satu kegiatan, melampaui jumlah sebelumnya yang terjadi di Sihanoukville pada Agustus 2024 dengan 330 orang. Seluruh WNI yang diamankan diperkirakan terlibat dalam jaringan penipuan online dan perjudian daring yang dianggap merugikan kepentingan publik dan melanggar hukum lokal. KBRI Phnom Penh menegaskan bahwa para WNI secara umum dalam kondisi baik, meski perlu tetap menjaga disiplin dan mematuhi aturan yang diterapkan oleh petugas penjagaan.
Dalam pertemuan dengan perwakilan otoritas lokal, termasuk Wakil Gubernur Banteay Meanchey Hill Raya dan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Brigadir Jenderal Ly Hour, pihak KBRI menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin. Keduanya menegaskan komitmen untuk mempercepat pemindahan para WNI ke ibu kota Phnom Penh guna memproses deportasi kembali ke Indonesia. Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Phnom Penh, Krishnajie Partadireja, menyambut baik langkah tersebut dan menekankan pentingnya koordinasi intensif antarpihak untuk memastikan proses berjalan sesuai prosedur hukum.
KBRI Phnom Penh tetap berkomitmen memberikan dukungan penuh dalam bentuk layanan kekonsuleran, termasuk pendampingan hukum, pendataan dokumen, dan bantuan komunikasi dengan keluarga di Tanah Air. Selain itu, pihak KBRI mengingatkan secara tegas kepada seluruh WNI yang berada di Kamboja untuk tidak terlibat dalam aktivitas ilegal, terutama yang menyangkut penipuan dan perjudian daring. "Jangan tergoda oleh pekerjaan tanpa jaminan hukum atau yang berpotensi menimbulkan risiko serius," tegas Krishnajie, menekankan pentingnya kesadaran hukum dan pilihan pekerjaan yang aman.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mendagri Hadiri Taklimat Presiden untuk Perwira Tinggi TNI-Polri
Menteri Dalam Negeri menghadiri penyampaian arahan Presiden kepada 800 perwira tinggi TNI dan Polri di Istana Jakarta, sebagai bagian dari penyelarasan visi menjelang masa kepemimpinan baru.
7 Oktober 2026

Scarlett Johansson Bawa Detektif Baru Usut Kasus Pembunuhan Berantai di Reboot The Exorcist
Scarlett Johansson memerankan detektif NYPD dalam reboot The Exorcist yang menggabungkan elemen horor, thriller pembunuh berantai, dan misteri religius.
7 Oktober 2026

Mahasiswa Dihukum 5 Bulan karena Edit Teks Meme Demo
Majelis hakim PN Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman lima bulan penjara terhadap mahasiswa yang mengedit teks meme terkait demonstrasi Agustus 2025, meski satu hakim berpendapat terdakwa tidak bersalah.
7 Oktober 2026

DPR Minta Evaluasi Pembebasan Bersyarat Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren
Komisi 13 DPR meminta evaluasi menyeluruh terhadap pembebasan bersyarat dan remisi terhadap pelaku kekerasan seksual di pesantren Jombang, menekankan tidak ada keistimewaan hukum berdasarkan latar belakang keluarga.
7 Oktober 2026
Berita Lainnya

Data Center AI Harus Seimbangkan Kebutuhan Publik dan Digital
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.22 WITA

Haji 2027: Biaya Pelunasan Turun Jadi Rp23 Juta Berkat Subsidi
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.22 WITA

Indonesia Siap Raih Ekspor Nikel US$40 Miliar pada 2026
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.22 WITA

Indonesia Kaya Gas, Tapi Masih Impor LPG
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.21 WITA

Pemerintah Tegas Atur Penggunaan Kontraktor Lokal di Sektor Pertambangan
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.21 WITA

IMF Beri Pinjaman US$189 Juta untuk Atasi Krisis Ekonomi Papua Nugini
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.21 WITA

Ibu Rumah Tangga Palembang Kembangkan Usaha dari Modal Rp2 Juta
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.21 WITA

IPOT X Revolusi Baru di Dunia Investasi Berbasis AI
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.21 WITA

