Indonesia Siap Raih Ekspor Nikel US$40 Miliar pada 2026
Proyeksi nilai ekspor hasil hilirisasi nikel mencapai US$38–40 miliar pada 2026, setara Rp679,2 triliun, didorong kebijakan larangan ekspor bijih mentah dan pembangunan smelter dalam negeri.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 21.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah memperkirakan nilai ekspor hasil pengolahan nikel di dalam negeri akan melonjak menjadi US$38 hingga 40 miliar pada tahun 2026. Angka ini setara dengan Rp679,2 triliun berdasarkan asumsi kurs Rp17.874 per dolar AS. Proyeksi tersebut muncul dari kebijakan strategis yang menekan ekspor bijih nikel mentah sejak 2017–2018, dengan mewajibkan pembangunan fasilitas pengolahan smelter di dalam wilayah Indonesia.
Sebelum kebijakan tersebut diberlakukan, nilai ekspor nikel dalam bentuk bijih hanya mencapai US$3,3 miliar per tahun. Namun setelah penerapan larangan ekspor dan pendorongan investasi smelter, angka ekspor nikel telah melonjak tajam. Pada 2023, nilai ekspor sudah mencapai US$34 miliar, menunjukkan pertumbuhan signifikan yang diharapkan terus berlanjut hingga 2026.
Meski pencapaian ekspor meningkat pesat, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi menyatakan bahwa sebagian besar smelter nikel yang beroperasi saat ini masih menghasilkan produk setengah jadi. Sekitar 50% hingga 60% dari output smelter masih berupa bahan baku yang belum mencapai tahap akhir bernilai tinggi, sehingga perlu diekspor ke luar negeri untuk diproses lebih lanjut sebelum kembali masuk ke Indonesia sebagai produk jadi.
Untuk memaksimalkan manfaat ekonomi, pemerintah telah menyusun peta jalan hilirisasi nasional yang mencakup 28 komoditas dari empat sektor utama: mineral batu bara dan gas bumi, perikanan, pertanian, serta perkebunan dan kehutanan. Total potensi nilai ekonomi dari peta jalan ini diperkirakan mencapai US$618 miliar, sekaligus menjadi fondasi transformasi struktur ekonomi dari konsumtif menjadi produktif dan berbasis industri.
Pemerintah menekankan bahwa pembangunan industri hilir tidak harus terkonsentrasi di Jawa, melainkan harus didistribusikan ke daerah yang dekat dengan sumber bahan baku. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan pembangunan, meningkatkan nilai tambah lokal, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui penguatan sektor produksi dalam negeri.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Tegas Atur Penggunaan Kontraktor Lokal di Sektor Pertambangan
Aturan baru dari Kementerian ESDM wajibkan perusahaan tambang utamakan kontraktor lokal, menghentikan monopoli dan memperkuat ekonomi daerah.
7 Oktober 2026

Bahlil: Dua Jabatan, Satu Gaji dan Satu Anggaran
Menteri ESDM sekaligus Menko Hilirisasi dan Transisi Energi menegaskan hanya menerima satu gaji dan menggunakan anggaran tunggal dari Kementerian ESDM untuk operasional kedua jabatan.
7 Oktober 2026

Penghargaan Energi Subroto 2026 Dorong Kontribusi Nyata di Sektor ESDM
Penghargaan Energi Subroto 2026 kembali digelar sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi konkret di bidang energi dan sumber daya mineral, dengan lima kelompok kategori dan penilaian berbasis dampak.
7 Oktober 2026

Bahlil Konfirmasi Kemenperin Masuk Lingkup Hilirisasi
Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyatakan Kementerian Perindustrian kemungkinan besar akan berada di bawah naungannya, sejalan dengan upaya optimalisasi nilai tambah sumber daya nasional.
7 Oktober 2026
Berita Lainnya

Data Center AI Harus Seimbangkan Kebutuhan Publik dan Digital
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.22 WITA

Haji 2027: Biaya Pelunasan Turun Jadi Rp23 Juta Berkat Subsidi
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.22 WITA

550 WNI Ditahan di Kamboja Usai Operasi Anti-Penipuan Online
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.22 WITA

Mendagri Hadiri Taklimat Presiden untuk Perwira Tinggi TNI-Polri
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.21 WITA

Indonesia Kaya Gas, Tapi Masih Impor LPG
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.21 WITA

IMF Beri Pinjaman US$189 Juta untuk Atasi Krisis Ekonomi Papua Nugini
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.21 WITA

Ibu Rumah Tangga Palembang Kembangkan Usaha dari Modal Rp2 Juta
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.21 WITA

IPOT X Revolusi Baru di Dunia Investasi Berbasis AI
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.21 WITA

