Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Polisi Prancis Didakwa Usai Remaja 14 Tahun Patah Rahang Saat Demo

Seorang polisi di Prancis didakwa karena melempar granat gas air mata yang menyebabkan remaja 14 tahun mengalami patah rahang ganda saat protes siswa melanda wilayah dekat Paris.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 17.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Polisi Prancis Didakwa Usai Remaja 14 Tahun Patah Rahang Saat Demo📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang petugas kepolisian di Prancis kini menjadi tersangka setelah dikaitkan dengan cedera serius pada seorang siswa SMA berusia 14 tahun. Insiden terjadi pada 28 September di Saint-Ouen-l'Aumône, wilayah yang berdekatan dengan ibu kota Paris, saat aksi demonstrasi siswa memicu bentrokan dengan aparat. Menurut keterangan resmi, remaja bernama Eden mengalami patah tulang rahang ganda akibat terkena proyektil berupa granat gas air mata yang dilemparkan oleh petugas.

Kondisi kesehatan korban cukup mengkhawatirkan. Ia menjalani operasi besar dan kini hanya mampu mengonsumsi cairan melalui sedotan. Sang ibu mengungkapkan bahwa putranya masih kesulitan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk makan dan berbicara, akibat trauma dan kerusakan fisik yang diderita. Kepedulian terhadap kesehatan korban turut memperbesar tekanan publik terhadap pemerintah setempat.

Aksi protes yang menimbulkan insiden ini merupakan bagian dari gelombang demonstrasi besar-besaran yang dipimpin oleh siswa di seluruh Prancis. Kekinian, lebih dari 250 ribu pelajar turun ke jalan untuk menuntut perbaikan sistem pendidikan, termasuk penambahan tenaga pengajar, perbaikan fasilitas sekolah, dan penyeimbangan akses pendidikan di daerah terpencil. Aksi ini mengakibatkan sekitar 2.000 sekolah tutup sementara.

Kerusakan yang terjadi tidak hanya terbatas pada bangunan. Ratusan sekolah dilaporkan dibakar atau dirusak oleh massa, sementara sejumlah staf pengajar mengalami luka-luka. Kerugian material akibat kerusuhan diperkirakan mencapai puluhan juta euro. Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, segera memerintahkan penyelidikan internal menyusul kejadian tersebut, menegaskan komitmen pemerintah untuk menegakkan hukum dan melindungi warga sipil.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya