Trump Sebut LA dan San Diego Bisa Dihancurkan, Pemimpin California Kecam Keras
Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut kota-kota besar seperti Los Angeles dan San Diego bisa dihancurkan oleh Iran memicu kecaman tajam dari para pemimpin California, yang menilai komentar itu berbahaya dan tidak bertanggung jawab.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 17.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Iran berpotensi menghancurkan Los Angeles dan San Diego langsung memicu reaksi tajam dari para pemimpin wilayah California. Gubernur Gavin Newsom menyampaikan kekecewaannya melalui platform media sosial, menekankan ironi bahwa saat AS memperkuat kehadiran militer di wilayahnya, sang presiden justru menggambarkan kota-kota tersebut sebagai target ancaman. Ia menilai pernyataan itu tidak hanya tidak masuk akal, tetapi juga menunjukkan ketergantungan pada narasi perang yang berisiko tinggi.
Wali Kota San Diego Todd Gloria ikut menyampaikan penolakan terhadap narasi yang menganggap kota mereka sebagai komoditas dalam konflik geopolitik. Ia menegaskan bahwa San Diego bukan sekadar lokasi strategis, melainkan rumah bagi jutaan warga yang memiliki hak atas keselamatan dan kehidupan. Ia menekankan bahwa kota ini tidak bisa dilemahkan sebagai bagian dari tawar-menawar politik. Ia meminta agar Presiden menghentikan retorika yang mempermainkan nyawa warga negara.
Wali Kota Los Angeles Karen Bass menilai pernyataan Trump sebagai ancaman langsung terhadap keamanan warga. Ia menekankan bahwa fungsi utama seorang presiden adalah melindungi negara, bukan memicu ketakutan dengan menggambarkan kota-kota besar sebagai target serangan. Menurut Bass, komentar semacam itu dapat memicu kepanikan dan merusak kepercayaan publik terhadap kepemimpinan nasional. Ia menyerukan agar para pemimpin memilih retorika yang konstruktif, bukan provokatif.
Trump sebelumnya menyatakan bahwa AS harus siap menerima dampak ekonomi jika perang melawan Iran terjadi, dengan menyebut bahwa kehancuran kota-kota besar seperti Los Angeles dan San Diego adalah harga yang kecil untuk menjaga keamanan global. Pernyataan itu disebutkan dalam pidato di Grand Island, Nebraska, dan diperjelas oleh Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung, yang menegaskan bahwa tujuan utama pernyataan tersebut adalah menekankan pentingnya menghentikan kemampuan nuklir Iran. Namun, pendekatan ini justru memicu kekhawatiran di kalangan pemimpin lokal yang merasa terancam oleh narasi yang tidak realistis.
Los Angeles dan San Diego, sebagai dua kota metropolitan terbesar di California Selatan, memiliki peran strategis dalam ekonomi, militer, dan perdagangan internasional. Kedua kota ini menjadi pusat kehidupan sosial dan ekonomi bagi jutaan penduduk, serta rumah bagi fasilitas militer penting. Tidak ada bukti ilmiah atau teknis yang mendukung klaim bahwa Iran memiliki kemampuan menyerang daratan AS dengan senjata nuklir, apalagi menghancurkan seluruh kota. Keberadaan senjata nuklir Iran, jika ada, tidak memiliki jangkauan yang mencapai wilayah Amerika Serikat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Tonton Videonya
Berita Terkait

Trump Akui Tak Paham Siapa Pemimpin Iran Saat Ini
Presiden AS Donald Trump mengungkapkan ketidakpahaman terhadap kepemimpinan Iran pasca-kehilangan Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan belum ada yang jelas memimpin negara tersebut.
7 Oktober 2026

KPU Diminta Tanggung Jawab atas Status Ijazah Gibran
Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugatan terkait kelengkapan dokumen Gibran, yang tak terbukti memiliki ijazah atau sertifikat setara SMA, memicu tuntutan agar KPU bertanggung jawab atas proses verifikasi yang dilakukan.
7 Oktober 2026

Pemerintah Menunggu Sikap Lembaga Terkait Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran
Pemerintah menyatakan menunggu respons lembaga negara lain terhadap putusan MK yang menolak gugatan soal syarat pendidikan Gibran sebagai cawapres.
7 Oktober 2026

Presiden Belum Putuskan Perubahan Panglima TNI
Wakil Ketua DPR menyatakan Presiden Prabowo belum memutuskan pergantian Panglima TNI, dan hingga kini DPR belum terima surat presiden terkait perubahan jabatan tersebut.
7 Oktober 2026
Berita Lainnya

Mahasiswa Dihukum 5 Bulan karena Edit Teks Meme Demo
Rabu, 7 Oktober 2026, 17.51 WITA

DPR Minta Evaluasi Pembebasan Bersyarat Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren
Rabu, 7 Oktober 2026, 17.51 WITA

250 Ribu Pelajar dan Guru Turun ke Jalan Tuntut Perbaikan Pendidikan Prancis
Rabu, 7 Oktober 2026, 17.51 WITA

Polisi Prancis Didakwa Usai Remaja 14 Tahun Patah Rahang Saat Demo
Rabu, 7 Oktober 2026, 17.50 WITA

Jokowi Bertemu Prabowo di Kertanegara, Fokus pada Stabilitas Nasional
Rabu, 7 Oktober 2026, 17.49 WITA

Rebecca Klopper Periksa Kembali Kasus Video Syur ke Bareskrim
Rabu, 7 Oktober 2026, 17.49 WITA

Smartphone Canggih Tapi Cepat Usang
Rabu, 7 Oktober 2026, 17.48 WITA

Eks Jampidsus Didakwa Cuci Uang Rp350 Miliar
Rabu, 7 Oktober 2026, 17.48 WITA



