Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

70 Wisatawan AS Ditinggalkan di Prancis Usai Tur Dibatalkan Mendadak

Ratusan wisatawan asal AS terpaksa pulang mandiri dari Prancis setelah agen perjalanan menyetop program liburan secara sepihak tanpa kompensasi yang dijanjikan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 15.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
70 Wisatawan AS Ditinggalkan di Prancis Usai Tur Dibatalkan Mendadak📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebanyak 70 wisatawan asal Amerika Serikat terjebak dalam situasi tak terduga saat program liburan mereka di Prancis dihentikan lebih awal tanpa pemberitahuan resmi dari pihak agen perjalanan. Tur bertajuk "Goddess Refresh Experience", yang dikelola oleh Younique Ventures dari Maryland, berhenti secara mendadak setelah empat hari agenda berjalan, menyisakan fasilitas akomodasi dan aktivitas yang dibatalkan tanpa penggantian. Para peserta harus segera mengatur tiket pulang dan akomodasi darurat menggunakan dana pribadi, menimbulkan kerugian finansial besar.

Kendala ini muncul setelah agen perjalanan menyatakan adanya masalah teknis penerbangan yang memaksa perubahan jadwal besar-besaran. Namun, alih-alih menyelesaikan masalah dengan membagi rombongan atau menyiapkan alternatif perjalanan, pihak agen memilih menghentikan tur lebih awal dan membiarkan peserta menanggung konsekuensi. Salah satu peserta, Dell Sibury, mengungkapkan kekacauan yang terjadi di lapangan, termasuk ketidakjelasan informasi dan kesulitan mencari solusi darurat, yang memaksa mereka mengambil keputusan cepat tanpa dukungan resmi.

Sebelumnya, agen perjalanan berjanji akan mengembalikan biaya untuk bagian tur yang dibatalkan serta menanggung pengeluaran tak terduga dalam waktu 60 hari. Namun, hingga akhir September 2026, tidak satupun dari para korban melaporkan menerima kompensasi. Dalam pernyataan resmi di media sosial, Younique Ventures menyebut penyebab utama adalah perubahan jenis pesawat oleh maskapai yang menyebabkan kekurangan kursi, sehingga tidak mungkin melanjutkan perjalanan dengan seluruh rombongan.

Kendala keuangan juga disebut menjadi penyebab penundaan pembayaran refund, dengan alasan banyak peserta yang mengajukan pembatalan transaksi ke bank mereka, mengganggu arus kas perusahaan. Kondisi ini semakin memburuk setelah agen memutuskan menunda dua program tur lainnya ke Australia dan Fiji. Beberapa peserta bahkan telah melapor ke pihak kepolisian terkait dugaan penipuan, termasuk satu orang yang telah membayar hingga US$30 ribu tanpa mendapatkan konfirmasi tiket maupun akomodasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya