Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

8 Makanan yang Perlu Dibatasi untuk Cegah Kenaikan Berat Badan

Delapan jenis makanan dan minuman tinggi gula, lemak, dan kalori berpotensi memicu kenaikan berat badan jika dikonsumsi secara rutin, sesuai data kesehatan global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
8 Makanan yang Perlu Dibatasi untuk Cegah Kenaikan Berat Badan📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kenaikan berat badan dan obesitas terus menjadi tantangan kesehatan publik yang meningkat di berbagai wilayah dunia. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), seseorang dikategorikan kelebihan berat badan jika indeks massa tubuh (IMT) di atas 25, sedangkan obesitas terjadi ketika IMT mencapai lebih dari 30. Dalam beberapa dekade terakhir, angka obesitas pada remaja usia 5 hingga 19 tahun melonjak empat kali lipat, sementara pada dewasa di atas 18 tahun mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat.

Faktor utama yang turut mendorong tren ini adalah pola makan yang tidak seimbang, khususnya konsumsi makanan dengan kalori tinggi namun rendah nutrisi. Ketika asupan energi melebihi kebutuhan tubuh, kelebihan kalori akan disimpan sebagai lemak, berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, stroke, gangguan sendi, hingga beberapa jenis kanker. Oleh karena itu, pemilihan jenis makanan menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan berat badan.

Beberapa makanan yang perlu dibatasi karena tinggi gula, lemak, dan kalori antara lain soda, yang mengandung gula tinggi dan minim nutrisi, serta sering dikaitkan dengan risiko obesitas dan diabetes. Jus buah kemasan, meski dianggap sehat, sering kali mengandung gula yang setara dengan minuman manis, dengan serat yang berkurang saat diproses. Es krim, cokelat (terutama jenis susu dan putih), serta piza dengan topping daging olahan dan keju berlebihan juga menyumbang kalori signifikan.

Makanan cepat saji, kentang goreng, dan camilan seperti kukis serta donat merupakan contoh lain yang umum dikonsumsi tetapi kaya lemak trans, gula olahan, dan kalori. Makanan-makanan ini biasanya dibuat dari bahan olahan yang menurunkan nilai gizi dan mempercepat penumpukan lemak tubuh. Meski tidak selalu menimbulkan rasa lapar, konsumsi berulang dapat mengganggu keseimbangan energi dan menyebabkan kenaikan berat badan bertahap.

Pencegahan obesitas bukan hanya soal mengurangi porsi, tetapi juga memilih makanan yang lebih sehat dan rendah risiko. Menghindari makanan tinggi gula dan lemak, serta memperbanyak konsumsi makanan utuh seperti buah segar, sayuran, dan biji-bijian, menjadi langkah strategis dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya