8 Makanan yang Perlu Dibatasi untuk Cegah Kenaikan Berat Badan
Delapan jenis makanan dan minuman tinggi gula, lemak, dan kalori berpotensi memicu kenaikan berat badan jika dikonsumsi secara rutin, sesuai data kesehatan global.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Kenaikan berat badan dan obesitas terus menjadi tantangan kesehatan publik yang meningkat di berbagai wilayah dunia. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), seseorang dikategorikan kelebihan berat badan jika indeks massa tubuh (IMT) di atas 25, sedangkan obesitas terjadi ketika IMT mencapai lebih dari 30. Dalam beberapa dekade terakhir, angka obesitas pada remaja usia 5 hingga 19 tahun melonjak empat kali lipat, sementara pada dewasa di atas 18 tahun mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat.
Faktor utama yang turut mendorong tren ini adalah pola makan yang tidak seimbang, khususnya konsumsi makanan dengan kalori tinggi namun rendah nutrisi. Ketika asupan energi melebihi kebutuhan tubuh, kelebihan kalori akan disimpan sebagai lemak, berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, stroke, gangguan sendi, hingga beberapa jenis kanker. Oleh karena itu, pemilihan jenis makanan menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan berat badan.
Beberapa makanan yang perlu dibatasi karena tinggi gula, lemak, dan kalori antara lain soda, yang mengandung gula tinggi dan minim nutrisi, serta sering dikaitkan dengan risiko obesitas dan diabetes. Jus buah kemasan, meski dianggap sehat, sering kali mengandung gula yang setara dengan minuman manis, dengan serat yang berkurang saat diproses. Es krim, cokelat (terutama jenis susu dan putih), serta piza dengan topping daging olahan dan keju berlebihan juga menyumbang kalori signifikan.
Makanan cepat saji, kentang goreng, dan camilan seperti kukis serta donat merupakan contoh lain yang umum dikonsumsi tetapi kaya lemak trans, gula olahan, dan kalori. Makanan-makanan ini biasanya dibuat dari bahan olahan yang menurunkan nilai gizi dan mempercepat penumpukan lemak tubuh. Meski tidak selalu menimbulkan rasa lapar, konsumsi berulang dapat mengganggu keseimbangan energi dan menyebabkan kenaikan berat badan bertahap.
Pencegahan obesitas bukan hanya soal mengurangi porsi, tetapi juga memilih makanan yang lebih sehat dan rendah risiko. Menghindari makanan tinggi gula dan lemak, serta memperbanyak konsumsi makanan utuh seperti buah segar, sayuran, dan biji-bijian, menjadi langkah strategis dalam menjaga kesehatan jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Menyikat Gigi Setelah Makan? Tunggu 30 Menit Dulu
Menyikat gigi langsung setelah makan justru berisiko merusak enamel karena keasaman mulut masih tinggi, sebaiknya tunggu 30–60 menit agar air liur menetralkan asam dan memperbaiki lapisan gigi.
3 Oktober 2026

Tepung Olahan Berlebihan Picu Risiko Penyakit Kronis
Konsumsi berlebihan tepung olahan dan gorengan meningkatkan ancaman obesitas, diabetes, kanker, hingga gangguan mental, sesuai data kesehatan nasional.
2 Oktober 2026

Kopi Lebih dari Sekadar Melebarkan Mata
Minum kopi rutin berdampak pada mikrobioma usus, risiko demensia, motilitas usus, respons genetik, dan kandungan kimia kompleks yang melampaui kafein.
2 Oktober 2026

Museum Makanan Ekstrem Hadir di Hong Kong, Ajak Penikmat Berani Cicipi Keunikan Budaya
Pameran Disgusting Food Museum resmi dibuka di Hong Kong dengan lebih dari 80 makanan dari 35 negara, menawarkan pengalaman sensorik intens dan refleksi budaya melalui hidangan yang kerap dianggap menjijikkan.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pasar Modal Serap Dana Rp169,5 Triliun hingga September
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.23 WITA

BRI Perkenalkan BRImo Junior untuk Bangun Literasi Keuangan Anak
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.23 WITA

Danantara Perkuat Transisi Energi dengan Proyek Etanol Bertahap
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.22 WITA

Pengadilan AS Setujui Merger Paramount dan Warner Bros
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.19 WITA

Ruffalo Serukan Perlawanan Melawan Akuisisi Media Raksasa
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.19 WITA

Skydance Resmi Jadi Identitas Baru Gabungan Paramount dan WBD
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.16 WITA

Belgia dan Polandia Sabet Kemenangan Telak di Laga UEFA Nations League
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.16 WITA

Veda Ega Siapkan Modal Positif di Sirkuit Motegi
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.15 WITA

