Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Museum Makanan Ekstrem Hadir di Hong Kong, Ajak Penikmat Berani Cicipi Keunikan Budaya

Pameran Disgusting Food Museum resmi dibuka di Hong Kong dengan lebih dari 80 makanan dari 35 negara, menawarkan pengalaman sensorik intens dan refleksi budaya melalui hidangan yang kerap dianggap menjijikkan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 23.14 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Museum Makanan Ekstrem Hadir di Hong Kong, Ajak Penikmat Berani Cicipi Keunikan Budaya📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pameran Disgusting Food Museum kini hadir secara resmi di GATE33 Gallery, AIRSIDE, Kai Tak, Hong Kong, mulai 29 September 2026, dan akan berlangsung hingga 26 November 2026. Lokasi pameran yang berada di lantai tiga kawasan perbelanjaan tersebut menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung yang ingin menjelajahi batas-batas persepsi terhadap makanan. Sebelum memasuki ruang pameran, setiap pengunjung diberi kantong muntah sebagai persiapan atas pengalaman sensorik yang intens.

Pameran ini menghadirkan lebih dari 80 jenis makanan dari 35 negara, yang dikelompokkan dalam lima zona tematik. Koleksi mencakup hidangan ekstrem seperti burung laut fermentasi dari Greenland, telur bebek yang telah dibuahi dari Asia Tenggara, serta keju Sardinia yang dibentuk melalui proses alami dengan larva lalat. Setiap makanan dipilih karena mewakili kekhasan budaya lokal, sekaligus menantang asumsi umum tentang apa yang layak dimakan.

Untuk memperkuat pengalaman, museum menyertakan aroma khas dari makanan yang diproduksi oleh perancang parfum lokal. Pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan secara langsung. Bagi yang berani, tersedia area The Final Bite, tempat mencicipi makanan secara gratis berdasarkan tiket masuk. Pilihan makanan yang bisa dicoba antara lain jangkrik renyah, jus sauerkraut, dan Vegemite dari Australia. Dua makanan paling menantang adalah surströmming dari Swedia dan hákarl dari Islandia, dengan reputasi bau tajam dan rasa ekstrem. Pengunjung yang berhasil menyelesaikan tantangan akan menerima gelar "Tastebud Warrior".

Di balik sensasi yang ditawarkan, pameran ini memiliki tujuan mendalam: memicu refleksi tentang bagaimana budaya membentuk preferensi makanan. Museum juga menyentuh isu masa depan pangan melalui pembahasan makanan alternatif seperti serangga dan daging hasil budidaya sel. Pendiri museum, Andreas Ahrens, menegaskan bahwa pameran ini ingin memaksa audiens mempertanyakan asumsi mereka: “Apa yang dianggap lezat oleh satu budaya bisa menjadi bencana bagi budaya lain.”

Pameran buka setiap hari Senin hingga Kamis pukul 12.00–20.00, sedangkan Jumat hingga Minggu serta hari libur nasional dibuka dari pukul 11.00–21.00. Tiket dewasa dijual dengan harga HK$68 (Senin–Kamis) dan HK$88 (Jumat–Minggu & libur), sementara untuk anak usia 4–11 tahun, pelajar, dan lansia dikenai biaya HK$48 (Senin–Kamis) dan HK$68 (Jumat–Minggu & libur). Anak di bawah tiga tahun masuk gratis jika didampingi orang dewasa. Selain itu, pengunjung dapat membeli suvenir khusus seperti Bugillipop, permen lolipop dalam kemasan blind box yang berisi serangga yang dapat dimakan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya