ISF 2026 Tekankan Kolaborasi Global untuk Ekonomi Berkelanjutan
Forum keberlanjutan internasional 2026 di Jakarta akan fokus pada pertumbuhan rendah karbon dan ketahanan sistemik dengan melibatkan lebih dari 200 narasumber global.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 23.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 resmi dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 7 Oktober di ibu kota, dengan mengusung visi membangun dunia yang lebih tahan banting, berkelanjutan, dan makmur. Forum ini menjadi wadah strategis bagi para pemimpin sektor publik, swasta, keuangan, akademisi, serta organisasi multilateral untuk menyelaraskan kebijakan dan inovasi menuju transisi berkelanjutan. Tema utama yang diangkat, "Investing for a Resilient, Sustainable, and Prosperous World", menekankan pentingnya pendekatan kolektif dalam menghadapi tantangan global yang terus berkembang.
Ketua Pelaksana ISF 2026, Rachmat Kaimuddin, menegaskan bahwa konsistensi dalam menjalankan agenda keberlanjutan menjadi kunci utama dalam menjaga momentum pembangunan nasional di tengah ketidakpastian global. Ia menyoroti bahwa tantangan Indonesia bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana memastikan bahwa pertumbuhan tersebut tidak mengorbankan sumber daya alam dan kesejahteraan generasi mendatang. Forum ini dirancang sebagai ruang dialog yang inklusif untuk menggali solusi konkret melalui kolaborasi lintas sektor.
Dua fokus utama pembahasan akan diselenggarakan selama dua hari. Hari pertama berfokus pada "Powering Low-Carbon Growth", mencakup transformasi energi, efisiensi industri, serta pengembangan ekonomi sirkular. Hari kedua menyelenggarakan diskusi tentang "Enabling a Resilient & Liveable Future", yang menyoroti ketahanan infrastruktur, kota berkelanjutan, serta perlindungan lingkungan di tengah perubahan iklim. Setiap sesi akan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, termasuk perwakilan lembaga internasional, pejabat pemerintah, pengusaha, dan pemimpin keuangan global.
Sejumlah tokoh penting telah dikonfirmasi tampil, seperti Armida Salsiah Alisjahbana dari UNESCAP, Hashim Djojohadikusumo selaku Utusan Khusus Presiden RI untuk Iklim dan Energi, serta Anindya Bakrie selaku Ketua KADIN Indonesia. Di samping itu, hadir pula pemimpin teknologi dan lingkungan dari sektor swasta dan organisasi global seperti Sigit Puji Santosa dari Danantara Indonesia dan Helen Clarkson dari The Climate Group. Total peserta yang diharapkan mencapai ribuan, berasal dari berbagai institusi di dalam dan luar negeri.
Sejak pertama kali digelar pada 2023, ISF telah menunjukkan perkembangan signifikan, dengan jumlah peserta melonjak dari lebih 2.000 pada 2023 menjadi lebih dari 11.000 pada 2024 dan 10.000 pada 2025. Setiap edisi juga berhasil melahirkan lebih dari 30 kesepakatan kerja sama terkait transisi energi dan pembangunan berkelanjutan. Pendaftaran peserta ISF 2026 masih dibuka hingga 5 Oktober melalui platform resmi forum.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Program Asuransi BMN Perluas Cakupan ke 20+ Kementerian
Program asuransi barang milik negara melalui pooling fund bencana akan melibatkan lebih dari 20 kementerian mulai 2027, dengan fokus pada perlindungan aset strategis dari risiko bencana.
2 Oktober 2026

Indonesia Perkuat Kemitraan Ekonomi dengan Jerman 2026
Tahun 2026 menjadi titik penting dalam hubungan Indonesia-Jerman melalui serangkaian pertemuan tingkat tinggi dan percepatan kerja sama di sektor industri, energi hijau, serta pengembangan SDM.
2 Oktober 2026

Revitalisasi Sekolah di Bali Dorong Peningkatan Ekonomi dan Kualitas Pembelajaran
Program revitalisasi 401 sekolah di Bali pada 2025–2026 tidak hanya perbaiki infrastruktur, tapi juga tingkatkan ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan kenyamanan belajar.
2 Oktober 2026

Liburan Rutin Setiap Dua Bulan Dorong Pemulihan Mental
Studi menyarankan liburan singkat setiap dua bulan untuk menjaga kesejahteraan mental dan mencegah penumpukan stres akibat tekanan pekerjaan.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lelang Batik Karya Desainer Dorong Permodalan UMKM Perempuan
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.28 WITA

MA Setujui Permohonan Pemakzulan Bupati Gowa
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.28 WITA

Insentif SPPG Rp2.000 Harus Disertai Standar Mutu Ketat
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.28 WITA

Anggota DPR Puji Kinerja Basarnas dalam Operasi SAR KM Virgo
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.27 WITA

Suyudi Ario Seto Resmi Jabat Kapolri, Mulai Era Baru Kepemimpinan
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kejagung Tegaskan Nanik Deyang Tak Terlibat dalam Kasus MBG
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.26 WITA

Suara Hujan dan Ketenangan yang Dibentuk Otak
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.25 WITA

Tepung Olahan Berlebihan Picu Risiko Penyakit Kronis
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.23 WITA

