Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Perkuat Kemitraan Ekonomi dengan Jerman 2026

Tahun 2026 menjadi titik penting dalam hubungan Indonesia-Jerman melalui serangkaian pertemuan tingkat tinggi dan percepatan kerja sama di sektor industri, energi hijau, serta pengembangan SDM.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 23.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Indonesia Perkuat Kemitraan Ekonomi dengan Jerman 2026📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Tahun 2026 menjadi tahun krusial bagi peningkatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Jerman, dipicu oleh serangkaian kunjungan resmi dan pertemuan tingkat tinggi yang akan menguatkan kerja sama di bidang ekonomi, investasi, dan transisi energi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen Indonesia untuk memperdalam kolaborasi dengan Jerman, khususnya di sektor industri, infrastruktur, digitalisasi, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia. Momentum ini sejalan dengan peringatan 74 tahun hubungan diplomatik dan menuju perayaan 75 tahun hubungan bilateral pada 2027.

Kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier ke Indonesia pada Juni 2026 menjadi salah satu puncak kegiatan, di mana kedua negara menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kemitraan ekonomi, investasi, serta pendidikan dan ketenagakerjaan. Di sela kunjungan tersebut, Airlangga juga menggelar pertemuan dengan delegasi bisnis Jerman yang dipimpin Menteri Luar Negeri Jerman Florian Hahn, membahas peluang konkret melalui Komite Bersama Ekonomi dan Investasi, kerja sama industri hijau, serta pengembangan keterampilan tenaga kerja.

Pada Agustus 2026, Indonesia menerima kunjungan Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Reem Alabali-Radovan, didampingi perwakilan parlemen, sektor keuangan, dan bisnis. Pertemuan ini membahas pemanfaatan keahlian teknologi dan pembiayaan Jerman untuk mendukung proyek strategis di Indonesia, termasuk energi terbarukan, infrastruktur kelistrikan, ekosistem kendaraan listrik dan baterai, semikonduktor, serta pembiayaan berkelanjutan. Jerman turut berperan sebagai pemimpin dalam International Partners Group (IPG) dalam kemitraan transisi energi Indonesia melalui Just Energy Transition Partnership (JETP), yang telah mendapatkan komitmen pendanaan lebih dari 20 miliar dolar AS.

Indonesia juga melihat potensi besar dalam memperluas kerja sama pendidikan vokasi dan peningkatan keterampilan tenaga kerja, termasuk peluang bagi tenaga terampil Indonesia untuk berkontribusi di pasar tenaga kerja Jerman. Nilai perdagangan bilateral mencapai 6,11 miliar dolar AS pada 2025, sementara investasi Jerman di Indonesia dari 2021 hingga kuartal I 2026 mencapai lebih dari 1 miliar dolar AS, dengan lebih dari 250 perusahaan multinasional Jerman beroperasi di tanah air. Kolaborasi melalui Komisi Ekonomi Bersama Indonesia-Jerman dan JETP menjadi pilar utama penguatan ekonomi kedua negara.

Airlangga juga menyampaikan harapan terhadap penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (Indonesia-EU CEPA) pada 2026, dengan proses ratifikasi di tahun yang sama dan implementasi mulai awal 2027. Perjanjian ini diharapkan membuka akses pasar lebih luas, mendorong perdagangan, dan memperkuat keterlibatan pelaku usaha serta investasi antara Indonesia dan negara-negara Uni Eropa, termasuk Jerman. Ia menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen memperkuat kemitraan dengan Jerman sebagai bagian dari prioritas pembangunan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya