Zona Bahaya Ditetapkan di Pesisir Liwliwa Akibat Bangunan Ilegal
Pemerintah provinsi Zambales, Filipina, mempertimbangkan status darurat di Liwliwa dan sejumlah kawasan pesisir akibat kerusakan akibat bangunan ilegal yang terbawa gelombang.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 23.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi Zambales tengah mengevaluasi status keamanan kawasan pesisir di Liwliwa, San Felipe, serta sejumlah area wisata pesisir lainnya, menyusul kerusakan parah akibat gelombang dan cuaca ekstrem bulan lalu. Rencana penetapan zona bahaya disiapkan setelah hasil kajian bersama Dewan Manajemen Sewa Pantai Provinsi Zambales (ZPFLMC), lembaga lingkungan, dan dinas pariwisata. Fokus utama terletak pada struktur beton dan bangunan resor yang dibangun di area akresi—wilayah yang secara alamiah terus berubah akibat proses sedimentasi.
Banyak bangunan yang didirikan secara tidak sah di atas tanah akresi kini telah hancur dan terbawa arus laut. Gubernur Zambales, Hermogenes Ebdane Jr., menyatakan bahwa sisa pondasi beton, batang baja, dan material konstruksi lainnya kini tenggelam di perairan, menyisakan ancaman tersembunyi bagi pengunjung, terutama perenang. “Struktur yang dibangun di area akresi telah kembali direbut oleh laut,” ujarnya, menekankan bahwa keberadaan material tersebut tetap membahayakan meski tidak terlihat dari permukaan.
Untuk menjamin keselamatan publik, pemerintah sedang mempertimbangkan deklarasi zona bahaya sementara hingga semua puing dan bahan berbahaya dikeluarkan dari perairan. Di sisi lain, jalan pesisir di San Narciso juga mengalami kerusakan parah akibat hujan monsun, sehingga ZPFLMC merekomendasikan penutupan sementara akses menuju kawasan tersebut. Sebanyak 1.071 warga yang tinggal di area akresi di tiga barangay—Sto. Nino, Amagna, dan La Paz—telah menerima surat pemberitahuan pelanggaran atas pembangunan ilegal dan pelanggaran regulasi lingkungan.
Gubernur Ebdane menyoroti tren peningkatan jumlah penduduk ilegal di kawasan tersebut, yang menurutnya justru meningkat meski telah ada sanksi. Ia menduga adanya jaringan sindikat yang mengelola tanah akresi untuk dijual kepada investor, menghasilkan keuntungan besar. “Saya yakin ada kelompok yang mengelola wilayah ini secara kriminal,” katanya, menegaskan komitmen untuk mengungkap dan menindak para pelaku. Sebagai langkah preventif, pemerintah juga berencana melarang masuknya material bangunan ke area akresi guna mencegah pembangunan ilegal lebih lanjut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Suyudi Ario Seto Resmi Jabat Kapolri, Mulai Era Baru Kepemimpinan
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto secara resmi mengambil alih kepemimpinan Polri setelah menerima Panji Tribrata dari Kapolri sebelumnya di Mabes Polri, Jakarta, menandai awal kepemimpinan baru di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.
2 Oktober 2026

Kejagung Tegaskan Nanik Deyang Tak Terlibat dalam Kasus MBG
Kejaksaan Agung menyatakan belum ada bukti keterlibatan mantan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang dalam perkara korupsi MBG meski namanya muncul dalam sidang praperadilan.
2 Oktober 2026

Rumah Jenderal Nasution Jadi Museum Sejarah G30S
Sebuah rumah di Jakarta Pusat yang pernah menjadi saksi peristiwa G30S kini menjadi museum bersejarah untuk mengenang perjuangan Jenderal Besar A.H. Nasution dan korban tragedi 1965.
2 Oktober 2026
Kekayaan Suyudi Ario Seto Capai Rp5,8 Miliar Setelah Dilantik Jadi Kapolri
Suyudi Ario Seto, Kapolri baru, melaporkan harta kekayaan senilai Rp5,847 miliar, termasuk mobil Mini Cooper hasil hibah tanpa akta dan dua properti di Jakarta Selatan.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lelang Batik Karya Desainer Dorong Permodalan UMKM Perempuan
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.28 WITA

MA Setujui Permohonan Pemakzulan Bupati Gowa
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.28 WITA

Insentif SPPG Rp2.000 Harus Disertai Standar Mutu Ketat
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.28 WITA

ISF 2026 Tekankan Kolaborasi Global untuk Ekonomi Berkelanjutan
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.27 WITA

Anggota DPR Puji Kinerja Basarnas dalam Operasi SAR KM Virgo
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.27 WITA

Program Asuransi BMN Perluas Cakupan ke 20+ Kementerian
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.27 WITA

Indonesia Perkuat Kemitraan Ekonomi dengan Jerman 2026
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.27 WITA

Revitalisasi Sekolah di Bali Dorong Peningkatan Ekonomi dan Kualitas Pembelajaran
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.26 WITA

