Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kekayaan Suyudi Ario Seto Capai Rp5,8 Miliar Setelah Dilantik Jadi Kapolri

Suyudi Ario Seto, Kapolri baru, melaporkan harta kekayaan senilai Rp5,847 miliar, termasuk mobil Mini Cooper hasil hibah tanpa akta dan dua properti di Jakarta Selatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 23.10 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kekayaan Suyudi Ario Seto Capai Rp5,8 Miliar Setelah Dilantik Jadi Kapolri📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kepolisian Republik Indonesia resmi menunjuk Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri periode 2026–2031 setelah lulus uji kelayakan di Komisi III DPR. Dalam proses penunjukan, ia mengungkapkan total kekayaan sebesar Rp5,847 miliar melalui laporan e-LHKPN KPK yang diserahkan pada 28 Maret 2026. Laporan tersebut mencatat aset utama berupa dua properti di Jakarta Selatan dengan nilai total Rp4,6 miliar, serta kendaraan senilai Rp457 juta yang terdiri dari satu sepeda motor Yamaha Nmax AT tahun 2025 dan satu mobil Mini Cooper tahun 2022.

Mobil Mini Cooper yang menjadi bagian dari kekayaan Suyudi dilaporkan diperoleh melalui hibah tanpa akta resmi, sementara sepeda motor diperoleh dari hasil sendiri. Kenaikan nilai harta kekayaan dibandingkan laporan tahun sebelumnya—Rp5,488 miliar pada Maret 2025 saat menjabat Kapolda Banten—menunjukkan kenaikan sebesar Rp359 juta dalam kurun waktu satu tahun. Selain properti dan kendaraan, Suyudi juga mencatat harta bergerak lainnya senilai Rp40 miliar serta kas dan setara kas sebesar Rp750 juta.

Proses fit and proper test yang digelar pada 1 Oktober 2026 berlangsung singkat, hanya sekitar 30 menit, dan langsung disahkan oleh Komisi III DPR. Nama Suyudi kemudian diserahkan ke sidang paripurna untuk finalisasi pengesahan. Penunjukkan ini merupakan hasil rekomendasi Presiden Prabowo Subianto melalui Surat Presiden Nomor R57/Pres/09/2026 yang dikeluarkan pada 30 September 2026.

Pelantikan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri direncanakan bersamaan dengan pengumuman reshuffle kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada sore hari. Keputusan ini menandai awal jabatan strategis bagi mantan Kapolda Banten yang kini menjabat sebagai pemimpin tertinggi kepolisian nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya