Program Asuransi BMN Perluas Cakupan ke 20+ Kementerian
Program asuransi barang milik negara melalui pooling fund bencana akan melibatkan lebih dari 20 kementerian mulai 2027, dengan fokus pada perlindungan aset strategis dari risiko bencana.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 23.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Program asuransi barang milik negara (BMN) berbasis Pooling Fund Bencana (PFB) akan mengalami perluasan signifikan pada tahun 2027, dengan rencana melibatkan lebih dari 20 kementerian. Langkah ini menjadi kelanjutan dari inisiatif yang telah dimulai sejak 2025, saat tiga kementerian pertama kali mengikuti program ini. Saat ini, cakupan perlindungan masih terbatas pada aset gedung, namun ke depan akan diperluas ke infrastruktur kritis seperti jembatan, jalan, dan pelabuhan.
Dana abadi sebesar Rp8,3 triliun yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menjadi fondasi utama program ini. Dana tersebut tidak boleh digunakan secara langsung, sehingga harus dikelola secara produktif untuk menghasilkan keuntungan yang mendukung program ketahanan bencana. Hasil pengelolaan dana ini digunakan untuk mendukung berbagai inisiatif, termasuk pembiayaan asuransi BMN yang berbasis dana bersama bencana.
Tiga instansi pertama yang bergabung adalah Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Agama, dan Kementerian Kesehatan. Masing-masing melindungi aset kritis seperti Kompleks Istana Kepresidenan, madrasah dan sekolah keagamaan, serta rumah sakit umum daerah. Dengan mekanisme transfer risiko, BPDLH siap membayar premi asuransi secara kolektif, sehingga klaim bencana dapat dicairkan lebih cepat untuk pemulihan dan rekonstruksi aset.
Tujuan utama dari ekspansi program ini adalah memperluas rasio perlindungan (coverage ratio) dan mencakup lebih banyak sektor strategis. Dengan melibatkan lebih banyak kementerian, diharapkan terbentuk sistem perlindungan kolektif yang lebih tangguh terhadap risiko bencana, baik secara geografis maupun sektoral. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan aset negara di tengah meningkatnya ancaman bencana alam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

ISF 2026 Tekankan Kolaborasi Global untuk Ekonomi Berkelanjutan
Forum keberlanjutan internasional 2026 di Jakarta akan fokus pada pertumbuhan rendah karbon dan ketahanan sistemik dengan melibatkan lebih dari 200 narasumber global.
2 Oktober 2026

Indonesia Perkuat Kemitraan Ekonomi dengan Jerman 2026
Tahun 2026 menjadi titik penting dalam hubungan Indonesia-Jerman melalui serangkaian pertemuan tingkat tinggi dan percepatan kerja sama di sektor industri, energi hijau, serta pengembangan SDM.
2 Oktober 2026

Revitalisasi Sekolah di Bali Dorong Peningkatan Ekonomi dan Kualitas Pembelajaran
Program revitalisasi 401 sekolah di Bali pada 2025–2026 tidak hanya perbaiki infrastruktur, tapi juga tingkatkan ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan kenyamanan belajar.
2 Oktober 2026

Liburan Rutin Setiap Dua Bulan Dorong Pemulihan Mental
Studi menyarankan liburan singkat setiap dua bulan untuk menjaga kesejahteraan mental dan mencegah penumpukan stres akibat tekanan pekerjaan.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lelang Batik Karya Desainer Dorong Permodalan UMKM Perempuan
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.28 WITA

MA Setujui Permohonan Pemakzulan Bupati Gowa
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.28 WITA

Insentif SPPG Rp2.000 Harus Disertai Standar Mutu Ketat
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.28 WITA

Anggota DPR Puji Kinerja Basarnas dalam Operasi SAR KM Virgo
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.27 WITA

Suyudi Ario Seto Resmi Jabat Kapolri, Mulai Era Baru Kepemimpinan
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kejagung Tegaskan Nanik Deyang Tak Terlibat dalam Kasus MBG
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.26 WITA

Suara Hujan dan Ketenangan yang Dibentuk Otak
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.25 WITA

Tepung Olahan Berlebihan Picu Risiko Penyakit Kronis
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.23 WITA

