Indonesia Jajaki Kerja Sama AS untuk Kembangkan Hidrogen Bersih
Pemerintah mempercepat pengembangan ekosistem hidrogen dengan menjajaki kolaborasi teknologi dari Amerika Serikat dan negara maju lainnya, sejalan dengan target swasembada energi dan efisiensi sistem listrik.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia kini memperkuat langkah strategis dalam pengembangan energi hidrogen melalui pendekatan diplomasi internasional. Upaya ini dipimpin langsung oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, yang menyatakan kesiapan menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan asal Amerika Serikat. Fokus utamanya adalah memanfaatkan potensi besar hidrogen yang tersedia secara alamiah di dalam negeri, terutama di wilayah dengan sumber daya air dan energi terbarukan yang melimpah.
Wakil Menteri ESDM menegaskan bahwa AS menjadi mitra strategis karena keunggulan teknologinya dalam industri hidrogen. Dengan dukungan teknologi dari negara tersebut, Indonesia berharap dapat mempercepat transformasi energi dari bahan bakar fosil menuju sistem yang lebih berkelanjutan. Kolaborasi ini juga merupakan bagian dari agenda diplomasi global, termasuk dalam kerangka Forum G20, untuk memperkuat ketahanan energi di tingkat internasional. Selain AS, Indonesia juga mempertimbangkan pertukaran teknologi dengan Norwegia, Jepang, dan Prancis.
Penguatan basis energi nasional tidak hanya berfokus pada hidrogen, tetapi juga mengadopsi pengalaman Norwegia dalam memanfaatkan potensi sungai besar untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Indonesia memiliki banyak sungai besar dengan kapasitas terbesar mencapai 21 GW di Mamberamo, Papua, dan 14 GW di Sungai Kayan, yang saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Pemanfaatan sumber daya ini menjadi kunci untuk mencapai kemandirian energi jangka panjang.
Menteri ESDM menekankan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang memadai untuk membangun ekosistem hidrogen secara mandiri. Hidrogen dapat diproduksi dari air, gas alam, hingga batu bara kalori rendah, sehingga tidak perlu bergantung pada impor. Proyek-proyek yang sedang dikembangkan, seperti di Sumba dan Pulau Rengit, ditargetkan beroperasi komersial pada 2028. Dengan sistem penyimpanan energi berbasis hidrogen, biaya listrik di daerah terpencil dapat ditekan dari Rp20.000 per kWh menjadi sekitar US$0,25 per kWh.
Saat ini terdapat 93 inisiatif pengembangan ekosistem hidrogen yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dengan potensi investasi mencapai Rp32 triliun. Pemerintah akan mengawal semua proyek tersebut untuk mewujudkan visi energi bersih, efisien, dan berbasis sumber daya dalam negeri. Tujuan utamanya adalah mengurangi ketergantungan pada energi fosil serta memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Data Center Wajib Sesuaikan Ketersediaan Air dan Listrik
Pemerintah menegaskan pengembangan data center harus berbasis pada kesiapan pasokan listrik dan air di lokasi, guna mencegah dampak lingkungan dan ketahanan energi nasional.
2 Oktober 2026

Menteri Perindustrian Baru Diminta Perkuat Daya Saing dan Industri Padat Karya
Dunia usaha meminta Menteri Perindustrian baru fokus pada stabilitas bahan baku, perbaikan logistik, dan penguatan industri padat karya serta hilirisasi bernilai tambah.
2 Oktober 2026

Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres dan Ganti Kepala Bakom
Presiden Prabowo Subianto melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan menunjuk pengganti kepala badan komunikasi pemerintah di Istana Negara, Jakarta.
2 Oktober 2026

Komnas Anak Dorong Sinergi dengan Kementerian Digital untuk Lindungi Anak di Dunia Maya
Komnas Perlindungan Anak akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital menyusul pelaporan YouTuber Bigmo atas dugaan eksploitasi anak dalam konten promosi vape.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Syahganda Nainggolan Pimpin Bakom, Fokus Atasi Dampak Algoritma pada Komunikasi Pemerintah
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Pemerintah Kaji Pembebasan PPN untuk Outsourcing di Industri Tekstil
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Reshuffle Kabinet Dorong Stabilitas Kebijakan Ekonomi
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Kemenhub Pertimbangkan Kapal Khusus Angkut Mobil Listrik
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

GOTO Jelaskan Teknikal Penyebab Volatilitas Saham
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

Merger Asuransi BUMN Rampung Akhir Tahun
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.868, Dolar AS Terkoreksi di Tengah Antisipasi Data NFP
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

Repo Surat Utang SMI Capai Rp60 Miliar dalam Dua Hari
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

