Reshuffle Kabinet Dorong Stabilitas Kebijakan Ekonomi
Pergantian menteri di kabinet Merah Putih menekankan pentingnya kelanjutan kebijakan ekonomi, kepastian regulasi, dan koordinasi antarinstansi bagi dunia usaha.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet ketujuh pada Kamis (1/10/2026), menandai perubahan struktur jajaran pemerintahan di sejumlah posisi kunci, termasuk Menteri Perindustrian yang kini dijabat oleh Muhammad Sarmuji, menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Posisi Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi diberikan kepada Bahlil Lahadalia yang kini menjabat secara rangkap. Perubahan ini dilakukan menjelang akhir masa jabatan periode 2024–2029, dengan fokus pada penataan kebijakan ekonomi yang berkelanjutan.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani, menegaskan bahwa yang utama bagi dunia usaha bukan identitas pejabat baru, melainkan terjaganya stabilitas dan konsistensi kebijakan. Ia menyampaikan bahwa keputusan investasi, ekspansi produksi, dan penciptaan lapangan kerja bersifat jangka menengah hingga panjang, sehingga perlu kepastian regulasi dan tidak terganggu oleh perubahan struktur pemerintahan. Ia menekankan perlunya transisi yang cepat dan lancar agar tidak terjadi hambatan dalam pelaksanaan program ekonomi yang sudah berjalan.
Shinta menyoroti pentingnya koordinasi lintas kementerian, mengingat tantangan yang dihadapi sektor industri tidak bersifat sektoral, melainkan melibatkan aspek energi, perdagangan, fiskal, ketenagakerjaan, dan logistik. Ia menekankan bahwa keberhasilan kebijakan ekonomi tergantung pada sinergi antarlembaga, bukan hanya pada kebijakan tunggal. Oleh karena itu, ia mengharapkan pergantian pejabat menjadi momentum untuk memperkuat sistem koordinasi, bukan justru mengganggu arah kebijakan yang telah ditetapkan.
Dunia usaha juga menekankan perlunya menjaga daya beli domestik, memperkuat daya saing industri, serta menjamin ketersediaan energi, bahan baku, dan akses pembiayaan. Kepastian dan penyederhanaan perizinan menjadi kunci, karena perubahan kebijakan yang tidak konsisten atau implementasi yang bervariasi dapat menimbulkan risiko dan biaya tambahan bagi pelaku usaha. Shinta menegaskan bahwa agenda strategis seperti hilirisasi, industrialisasi, perluasan ekspor, dan penciptaan lapangan kerja harus tetap berjalan tanpa kehilangan momentum.
Erwin Aksa, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, menyampaikan harapan serupa. Ia menekankan bahwa perubahan jabatan tidak boleh menghambat progres program yang telah berjalan. Dengan banyaknya perubahan di level menteri dan menteri koordinator, ia menyerukan agar koordinasi antarinstansi diperkuat. Dunia usaha, menurutnya, membutuhkan kebijakan yang terintegrasi dan konsisten, karena keputusan investasi dibuat dengan pertimbangan jangka panjang, bukan respons terhadap perubahan struktural jangka pendek.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Kaji Pembebasan PPN untuk Outsourcing di Industri Tekstil
Pemerintah mempertimbangkan pembebasan PPN atas jasa outsourcing guna mendukung daya saing industri tekstil yang bergantung pada fluktuasi permintaan ekspor.
2 Oktober 2026

GOTO Jelaskan Teknikal Penyebab Volatilitas Saham
GOTO menegaskan fluktuasi harga saham disebabkan faktor teknis setelah tereliminasi dari indeks global, bukan kinerja bisnis, seiring perubahan aturan floor price dan rencana korporasi.
2 Oktober 2026

Merger Asuransi BUMN Rampung Akhir Tahun
Konsolidasi asuransi BUMN akan selesai akhir 2026 dengan penggabungan 15 perusahaan menjadi tiga entitas utama berbasis spesialisasi.
2 Oktober 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.868, Dolar AS Terkoreksi di Tengah Antisipasi Data NFP
Rupiah menguat 0,40% pada penutupan Jumat (2/10/2026), berada di level Rp17.868/US$, didorong pelemahan dolar AS menyusul antisipasi rilis data tenaga kerja AS.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Data Center Wajib Sesuaikan Ketersediaan Air dan Listrik
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.09 WITA

Menteri Perindustrian Baru Diminta Perkuat Daya Saing dan Industri Padat Karya
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.09 WITA

Syahganda Nainggolan Pimpin Bakom, Fokus Atasi Dampak Algoritma pada Komunikasi Pemerintah
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Indonesia Jajaki Kerja Sama AS untuk Kembangkan Hidrogen Bersih
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres dan Ganti Kepala Bakom
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Kemenhub Pertimbangkan Kapal Khusus Angkut Mobil Listrik
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

Repo Surat Utang SMI Capai Rp60 Miliar dalam Dua Hari
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

Kejagung Geledah Kasus Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.06 WITA

