Danantara Pertimbangkan Modal Baru untuk INKA Hadapi Kebutuhan KRL Nasional
Danantara Indonesia menimbang suntikan modal ke INKA yang mengalami rugi besar dan utang tidak berkelanjutan, demi mendukung transformasi industri kereta api dalam negeri.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 21.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kondisi keuangan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA saat ini dinilai tidak stabil, dengan ekuitas negatif dan beban pinjaman yang tidak berkelanjutan mencapai sekitar Rp4,7 triliun. Perusahaan yang berada di bawah pengawasan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia ini juga mencatat kerugian operasional sebesar Rp677 miliar, menunjukkan tekanan finansial yang signifikan. Dony Oskaria, selaku Kepala Badan Pengelola BUMN dan COO Danantara, menyatakan bahwa transformasi INKA sedang berlangsung sebagai bagian dari strategi nasional memperluas jaringan kereta api elektrik, termasuk rute KRL Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, dan Jakarta-Merak.
Kendati demikian, kapasitas produksi INKA dinilai masih terbatas untuk memenuhi lonjakan kebutuhan armada akibat ekspansi jaringan dan pertumbuhan penumpang. Dony menegaskan bahwa seluruh produksi INKA memiliki offtake jaminan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, yang menjamin pasar bagi hasil produksi. Hal ini menjadi pertimbangan utama dalam penilaian potensi penambahan modal, karena proyek tersebut terkait langsung dengan roadmap pengembangan transportasi publik nasional.
Sebagai respons terhadap keterbatasan kapasitas produksi dalam negeri, Danantara juga sedang mengkaji secara mendalam kemungkinan impor kereta rel listrik (KRL) dari Jepang sebagai solusi sementara. Keputusan ini akan dipertimbangkan bersama Kementerian Perhubungan dengan analisis mendalam terhadap cost and benefit, termasuk efisiensi waktu, biaya operasional, dan dampak terhadap percepatan transformasi transportasi. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan sarana tanpa mengorbankan keberlanjutan industri dalam negeri.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, memperkuat urgensi langkah tersebut dengan menyebutkan bahwa kebutuhan trainset untuk KRL Jabodetabek pada 2026 diperkirakan mencapai 105 unit, meskipun asumsi yang digunakan masih konservatif. Saat ini, jumlah penumpang harian sudah melampaui 1,1 juta orang, naik 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, rata-rata usia kereta KAI telah melebihi 41 tahun, menunjukkan kebutuhan mendesak untuk penggantian armada.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Kaji Pembebasan PPN untuk Outsourcing di Industri Tekstil
Pemerintah mempertimbangkan pembebasan PPN atas jasa outsourcing guna mendukung daya saing industri tekstil yang bergantung pada fluktuasi permintaan ekspor.
2 Oktober 2026

Reshuffle Kabinet Dorong Stabilitas Kebijakan Ekonomi
Pergantian menteri di kabinet Merah Putih menekankan pentingnya kelanjutan kebijakan ekonomi, kepastian regulasi, dan koordinasi antarinstansi bagi dunia usaha.
2 Oktober 2026

GOTO Jelaskan Teknikal Penyebab Volatilitas Saham
GOTO menegaskan fluktuasi harga saham disebabkan faktor teknis setelah tereliminasi dari indeks global, bukan kinerja bisnis, seiring perubahan aturan floor price dan rencana korporasi.
2 Oktober 2026

Merger Asuransi BUMN Rampung Akhir Tahun
Konsolidasi asuransi BUMN akan selesai akhir 2026 dengan penggabungan 15 perusahaan menjadi tiga entitas utama berbasis spesialisasi.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Data Center Wajib Sesuaikan Ketersediaan Air dan Listrik
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.09 WITA

Menteri Perindustrian Baru Diminta Perkuat Daya Saing dan Industri Padat Karya
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.09 WITA

Syahganda Nainggolan Pimpin Bakom, Fokus Atasi Dampak Algoritma pada Komunikasi Pemerintah
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Indonesia Jajaki Kerja Sama AS untuk Kembangkan Hidrogen Bersih
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres dan Ganti Kepala Bakom
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Kemenhub Pertimbangkan Kapal Khusus Angkut Mobil Listrik
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.868, Dolar AS Terkoreksi di Tengah Antisipasi Data NFP
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

Repo Surat Utang SMI Capai Rp60 Miliar dalam Dua Hari
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

